Pencarian

Tujuh Perusahaan Logistik Pelindo, Pos, Pelni, dan Krakatau Resmi Merger di Bawah PT Multi Terminal Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 • 14:41:01 WIB
Tujuh Perusahaan Logistik Pelindo, Pos, Pelni, dan Krakatau Resmi Merger di Bawah PT Multi Terminal Indonesia
Penandatanganan Shareholder Agreement menandai resmi dimulainya merger tujuh perusahaan logistik di bawah PT Multi Terminal Indonesia.

BENGKULU — Konsolidasi tujuh BUMN logistik akhirnya resmi dimulai. Penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi dilakukan di Jakarta, menandai penyatuan tujuh perusahaan ke dalam satu wadah bernama PT Multi Terminal Indonesia.

Ketua Steering Committee PMO Konsolidasi BUMN Logistik, Daud Joseph, menjelaskan bahwa PT Multi Terminal Indonesia bertindak sebagai surviving entity atau entitas yang bertahan selama masa transisi. "Jadi namanya adalah surviving entity atau satu entitas yang bertahan. Jadi, surviving entity yang akan bertahan adalah PT Multiterminal Indonesia," kata Daud dalam keterangan resmi.

Perusahaan Apa Saja yang Melebur?

Tujuh perusahaan yang tergabung dalam merger ini berasal dari berbagai induk BUMN. Mereka adalah Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia, Pelindo Sinergi Lokaseva Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan Krakatau Integrated Logistics.

Selama periode transisi, ketujuh perusahaan akan menjalani integrasi dari sisi operasional, hukum, keuangan, hingga tata kelola. Proses ini menjadi tahap awal sebelum memasuki transaksi akhir penggabungan.

Efisiensi dan Dampak bagi Masyarakat

Daud yang juga menjabat Direktur Utama PT Pos Indonesia menegaskan bahwa penyatuan ini bukan sekadar penggabungan administrasi. Pemerintah dan Danantara menginginkan adanya efektivitas dan efisiensi nyata dalam rantai logistik nasional.

"Manfaat yang kita harapkan bersama sebagai bangsa, di mana perusahaan logistik yang terkonsolidasi dapat memiliki semua fitur yang dibutuhkan, sehingga dengan satu entitas saja dapat melaksanakan berbagai fungsi logistik," ujar Daud.

Dengan satu entitas, biaya logistik diharapkan bisa lebih murah. "Dari situlah akan terjadi (efisiensi), ada harga yang lebih efisien, karena tidak lagi multi perusahaan," tambahnya.

Langkah Awal Konsolidasi Nasional

Penggabungan ini merupakan bagian dari strategi Danantara Asset Management untuk membangun ekosistem logistik yang terintegrasi di Indonesia. Selama ini, biaya logistik nasional masih relatif tinggi dibandingkan negara tetangga, sebagian karena banyaknya pemain dan tumpang tindih layanan.

Ke depan, PT Multi Terminal Indonesia diharapkan menjadi one-stop logistics yang mampu menangani berbagai fungsi: dari pergudangan, pelabuhan, distribusi darat, hingga logistik maritim. Dengan kata lain, pelaku usaha tidak perlu lagi menggunakan jasa belasan perusahaan berbeda untuk satu rantai pasok.

Proses integrasi penuh diperkirakan memakan waktu beberapa bulan ke depan, mencakup penyelarasan sistem IT, sumber daya manusia, dan kontrak bisnis yang sudah berjalan.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks