BENGKULU — Peresmian bertepatan dengan penilaian Lomba Tiga Pilar tingkat Mabes Polri, yang menunjuk Kelurahan Muara Rapak sebagai perwakilan Balikpapan. Camat Balikpapan Utara Umar Adi menyebut rumah singgah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol komunikasi dan musyawarah warga.
"Di tempat inilah semangat kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat diwujudkan dalam langkah nyata menjaga keamanan, ketenteraman, dan ketertiban lingkungan," ujar Umar dalam sambutannya.
Benteng Pertama Resolusi Konflik di Tingkat RT
Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Muhammad Rezsa menegaskan, tantangan keamanan di Balikpapan kian kompleks seiring pembangunan IKN. Mobilitas penduduk tinggi dan aktivitas ekonomi yang tumbuh cepat memicu dinamika sosial baru.
"Tempat ini menjadi pusat resolusi konflik sejak dini, ruang mediasi yang humanis, sekaligus benteng pertama dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat," kata Rezsa.
Ia meminta seluruh unsur tiga pilar—Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan lurah—memanfaatkan rumah singgah untuk menyelesaikan persoalan sosial lewat pendekatan musyawarah dan restorative justice, sebelum berujung pada proses hukum.
Edukasi Masyarakat dan Mitigasi Bencana
Umar menambahkan, rumah singgah akan dikembangkan sebagai pusat edukasi warga. Materi yang akan disosialisasikan mencakup ketertiban umum, pencegahan narkoba, perlindungan perempuan dan anak, hingga mitigasi bencana.
Ia juga mengingatkan warga agar bijak menggunakan media sosial. "Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan," pesannya, seraya meminta warga tidak membakar lahan atau sampah menghadapi musim kemarau dan potensi cuaca ekstrem El Nino.
Menurut Umar, menjaga keamanan kota bukan hanya tugas aparat. Masyarakat punya peran penting menciptakan situasi kondusif melalui komunikasi yang baik dan penyelesaian persoalan secara kekeluargaan.
Sinergi Bukan Sekadar Slogan di Kota Penyangga IKN
Rezsa menekankan, Lomba Tiga Pilar tingkat Mabes Polri adalah evaluasi nyata sejauh mana kolaborasi pemerintah daerah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan lurah memberi manfaat langsung ke masyarakat.
"Kami mengajak seluruh warga aktif berdialog, memberikan masukan, dan bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan. Rumah ini adalah milik masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan Rumah Singgah Tiga Pilar membuktikan sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat di Balikpapan bukan sekadar slogan. Ini menjadi fondasi utama menjaga keamanan kota yang kini memegang peran strategis sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara.