BENGKULU UTARA — Persentase pengangguran di Bengkulu Utara pada 2025 masih lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 4,2 persen. Namun, tren kenaikan dalam setahun terakhir patut diwaspadai. Sebelumnya, pada Desember 2023, TPT daerah ini tercatat 3,32 persen.
Kenaikan TPT tidak lepas dari membengkaknya jumlah angkatan kerja. Data BPS menunjukkan, dalam kurun waktu 18 tahun terakhir, angkatan kerja di Bengkulu Utara terus meningkat. Pada 2023, jumlahnya mencapai 155,58 ribu orang. Angka itu naik menjadi 162,68 ribu orang pada 2025—bertambah lebih dari 7 ribu orang dalam dua tahun.
Jumlah penduduk yang bekerja juga ikut naik. Pada 2023, sebanyak 150,41 ribu orang tercatat memiliki pekerjaan. Angka itu meningkat menjadi 157,02 ribu orang pada 2025. Artinya, pertumbuhan jumlah pekerja belum mampu menyerap seluruh tambahan angkatan kerja baru.
Menariknya, kenaikan pengangguran ini tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Bengkulu Utara yang justru membaik. Perekonomian daerah itu tercatat tumbuh 4,61 persen pada 2025, naik dibandingkan 4,43 persen pada tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal.
Secara nasional, TPT Bengkulu Utara menempati urutan ke-269. Di tingkat Provinsi Bengkulu, angka 3,75 persen ini menempatkan daerah tersebut di posisi ketiga dengan pengangguran tertinggi. Berikut daftar lima kabupaten/kota dengan TPT terbesar di Bengkulu pada 2025:
Sementara itu, daerah dengan tingkat pengangguran terendah di provinsi ini tidak disebutkan dalam rilis BPS. Namun, data ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk merancang program pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja yang lebih terarah, terutama bagi penduduk usia produktif yang baru masuk pasar kerja.