BENGKULU — Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta pemerintah pusat memperpanjang masa berlaku Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 20 Tahun 2025 yang mengatur pengerukan dan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai. Langkah ini diambil setelah evaluasi menunjukkan progres pengerukan masih jauh dari target.
Pengerukan Baru Separuh Jalan
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, mengungkapkan hasil monitoring di lapangan. Dari target kedalaman alur pelayaran yang ditetapkan sedalam 12 meter, pengerukan baru mencapai sekitar 6,5 meter.
"Kondisi di lapangan menunjukkan pengerukan alur pelayaran masih belum mencapai target. Dari target kedalaman 12 meter, saat ini baru sekitar 6,5 meter," ujar R.A. Denni, Kamis (16/7).
Mekanisme Perpanjangan Inpres
Berdasarkan ketentuan, Inpres dinyatakan selesai jika seluruh target telah tercapai. Namun, jika target belum terpenuhi hingga batas waktu, pemerintah dapat memperpanjang masa berlakunya. Pemprov Bengkulu memanfaatkan celah ini untuk memastikan program strategis nasional tersebut tetap berlanjut.
Usulan perpanjangan disampaikan setelah rapat koordinasi antara Pemprov Bengkulu dengan Staf Kementerian Sekretariat Negara. Rapat itu mengevaluasi capaian program sekaligus menentukan langkah lanjutan setelah Inpres berakhir.
Jalur Kereta Api: Syarat Daya Saing Pelabuhan
Selain soal pengerukan, Pemprov Bengkulu juga mendorong pembangunan infrastruktur pendukung menuju Pelabuhan Pulau Baai. Salah satu usulan utama adalah percepatan pembangunan jalur rel kereta api yang menghubungkan Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, dengan Bengkulu.
Menurut Pemprov, keberadaan jalur kereta api menjadi penghubung strategis untuk distribusi logistik dan angkutan barang. Infrastruktur yang terintegrasi ini diyakini mampu meningkatkan daya saing Pelabuhan Pulau Baai sebagai pintu gerbang perekonomian Bengkulu, sekaligus menarik investasi baru.
Harapan pada PT Pelindo
R.A. Denni berharap, jika usulan perpanjangan Inpres disetujui, PT Pelindo sebagai leading sector pelaksanaan revitalisasi dapat mengoptimalkan pekerjaan pengerukan. Target akhirnya tetap sama: mencapai kedalaman alur pelayaran 12 meter agar pelabuhan bisa beroperasi secara optimal.