7 Produk Lokal Bengkulu yang Mendunia, dari Kopi hingga Batang Hari

Penulis: Hendrizal Satria  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 19:14:02 WIB
Kopi robusta Bengkulu asal Rejang Lebong dan Kepahiang rutin diekspor ke Italia, Jerman, dan Jepang.

Bengkulu bukan cuma tentang pantai dan bunga raflesia. Di balik lanskap perbukitan Bukit Barisan dan pesisir Samudra Hindia, provinsi ini menyimpan sederet produk lokal yang tembus pasar internasional. Bukan sekadar oleh-oleh, komoditas ini jadi bukti bahwa sumber daya alam Bengkulu punya daya saing global.

Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bengkulu mencatat, nilai ekspor produk unggulan daerah terus meningkat setiap tahun. Kopi, madu, dan produk kerajinan tangan menjadi penyumbang utama. Berikut tujuh produk lokal Bengkulu yang sudah mendunia.

1. Kopi Robusta Bengkulu

Kopi robusta dari Bengkulu punya karakter berbeda. Tumbuh di ketinggian 800-1.200 meter di atas permukaan laut, biji kopi dari daerah Rejang Lebong dan Kepahiang ini punya body tebal dengan acidity rendah. Petani di kawasan itu sudah menerapkan sistem fermentasi alami sejak lama.

Kopi robusta Bengkulu rutin diekspor ke Italia, Jerman, dan Jepang. Seorang eksportir kopi di Kota Bengkulu pernah bercerita, permintaan dari roastery Eropa untuk single origin Bengkulu naik 30 persen dalam dua tahun terakhir. "Mereka suka karakter earthy dan hint rempahnya," katanya.

2. Madu Hutan Sialang

Madu hutan dari pohon sialang di Bengkulu Utara dan Lebong punya kadar air rendah. Lebah Apis dorsata yang bersarang di ketinggian puluhan meter menghasilkan madu dengan rasa asam-manis yang khas. Madu ini sudah diakui sebagai produk organik oleh beberapa sertifikasi internasional.

Ekspor madu sialang Bengkulu merambah Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi. Harganya di pasar global bisa tiga kali lipat dibanding madu ternak biasa. Petani madu di Desa Talang Ratu, Bengkulu Utara, mengaku panen raya terjadi dua kali setahun, yaitu pada Maret dan September.

3. Batik Besurek

Batik besurek bukan sekadar kain bermotif. Coraknya terinspirasi dari kaligrafi Arab dan motif flora lokal seperti kopi, bambu, dan bunga raflesia. Perajin batik di Kelurahan Jalan Gedang, Kota Bengkulu, masih menggunakan canting dan malam tradisional.

Batik besurek sudah dipamerkan di Kuala Lumpur, Bangkok, dan Den Haag. Seorang perajin di sentra batik Pasar Bengkulu menyebut, pesanan dari diaspora Indonesia di Belanda dan Suriname meningkat setiap tahun. "Mereka cari motif asli, bukan printing," ujarnya.

4. Ikan Asap Saling

Ikan saling (sejenis tuna kecil) yang diasap dengan kayu mangrove punya daya tahan hingga tiga bulan tanpa pengawet. Masyarakat pesisir Bengkulu, seperti di Kecamatan Pondok Kelapa dan Lais, sudah mengolah ikan ini secara turun-temurun.

Ikan asap saling menembus pasar Malaysia dan Brunei Darussalam. Di pasar tradisional Serawak, ikan ini dijual dengan harga premium. Proses pengasapan yang sempurna menghasilkan tekstur kering di luar tapi masih lembut di dalam.

5. Lada Hitam Bengkulu

Lada hitam dari Bengkulu punya kadar piperin tinggi, senyawa yang memberi rasa pedas. Petani di Kabupaten Kaur dan Seluma menanam lada secara organik, tanpa pestisida kimia. Lada hitam Bengkulu kerap dijadikan campuran bumbu premium di restoran Eropa.

Permintaan lada hitam Bengkulu naik setelah tren farm-to-table merebak di Amerika Serikat dan Australia. Seorang distributor rempah di Bengkulu menyebut, kontainer lada hitam rutin dikirim ke New York dan Melbourne setiap tiga bulan.

6. Tenun Besurek

Berbeda dengan batik, tenun besurek ditenun manual dengan benang emas dan perak. Motifnya lebih geometris, dengan dominasi warna merah, hitam, dan emas. Perajin tenun di Desa Pematang Tiga, Bengkulu Tengah, masih mempertahankan alat tenun tradisional.

Tenun besurek pernah dipakai dalam acara resmi di luar negeri, termasuk peragaan busana di London Fashion Week. Kain ini juga dipesan oleh museum tekstil di Jepang sebagai koleksi etnik Nusantara.

7. Gula Aren Cair

Gula aren cair dari Bengkulu punya warna cokelat keemasan dengan aroma karamel yang kuat. Petani di daerah Manna dan Tais menyadap nira aren tanpa bahan pengawet. Gula ini diekspor dalam bentuk botol kaca ke Korea Selatan dan Taiwan.

Restoran vegan di Seoul menggunakan gula aren Bengkulu sebagai pemanis alami. Seorang eksportir di Bengkulu Selatan mengatakan, permintaan naik 50 persen selama pandemi karena tren hidup sehat global.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah produk lokal Bengkulu bisa dibeli secara online?
Beberapa produk seperti kopi, madu, dan gula aren sudah tersedia di marketplace nasional. Cek langsung di toko resmi daerah atau hubungi dinas perdagangan setempat.

Bagaimana cara membedakan batik besurek asli dan palsu?
Batik besurek asli memiliki motif yang timbul dan tidak simetris sempurna. Warna cenderung tidak merata karena proses pewarnaan manual. Batik printing biasanya rata dan motifnya presisi.

Apakah madu sialang Bengkulu aman dikonsumsi langsung?
Madu sialang murni bisa langsung dikonsumsi. Tapi pastikan membeli dari penjual terpercaya karena madu hutan punya kadar air rendah dan tidak cepat basi.

Berapa lama waktu pengiriman kopi Bengkulu ke luar negeri?
Tergantung tujuan dan metode pengiriman. Untuk Eropa atau Amerika, biasanya 2-4 minggu melalui jalur laut. Pengiriman udara bisa lebih cepat tapi biaya lebih tinggi.

Apakah ada jaminan keaslian untuk produk ekspor Bengkulu?
Produk yang diekspor biasanya sudah memiliki sertifikat dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Beberapa komoditas seperti kopi dan madu juga punya sertifikat organik internasional.

Produk lokal Bengkulu bukan cuma kebanggaan daerah. Kopi, madu, batik, dan komoditas lain sudah membuktikan diri di pasar global. Bagi yang tertarik mencoba, langsung cek ke sentra oleh-oleh di sepanjang Jalan S. Parman atau kunjungi pameran produk unggulan yang rutin digelar di Balai Kota Bengkulu setiap tahun.

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Kopi robust?
Bengkulu diekspor ke negara mana saja? A: Kopi robusta Bengkulu rutin diekspor ke Italia, Jerman, dan Jepang.

Reporter: Hendrizal Satria
Back to top