BENGKULU — Final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia. Spanyol, yang tampil dominan sepanjang turnamen, harus bekerja keras melewati pertahanan kokoh Argentina yang solid sejak menit awal. La Furia Roja hampir unggul cepat pada menit kelima lewat Lamine Yamal, namun tembakannya masih bisa diblok Lisandro Martinez dan bola liar diamankan Emiliano Martinez.
Argentina mencoba membalas melalui Lionel Messi, tetapi kiper Unai Simon sigap keluar dari sarangnya untuk memotong pergerakan sang kapten. Pertandingan kemudian berjalan ketat dengan penguasaan bola Spanyol yang tinggi, tetapi kesulitan menembus pertahanan Argentina. Peluang emas baru tercipta di menit 39 lewat tendangan Mikel Oyarzabal dari luar kotak penalti, namun masih bisa ditangkap Martinez.
Argentina harus kehilangan Lisandro Martinez karena cedera di penghujung babak pertama. Bek andalan tersebut tidak bisa melanjutkan laga, memaksa pelatih melakukan pergantian pemain. Skor kacamata bertahan hingga turun minum, dengan Argentina gagal melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang.
Di babak kedua, Spanyol meningkatkan tempo permainan. Alex Baena dan Dani Olmo bergantian mengancam gawang Argentina, tetapi Emiliano Martinez tampil gemilang di bawah mistar. Pelatih Spanyol kemudian memasukkan Ferran Torres dan Nico Williams untuk menambah daya gedor.
Petaka kembali menimpa Argentina di babak kedua. Enzo Fernandez harus menerima kartu merah, membuat Argentina bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-70. Keunggulan jumlah pemain ini dimanfaatkan Spanyol untuk terus menekan. Dua peluang emas lewat Pedri dan Pau Cubarsi masih bisa digagalkan Martinez.
Pertandingan akhirnya berlanjut ke babak extra time. Di sinilah pahlawan Spanyol muncul. Ferran Torres, yang masuk sebagai pemain pengganti, berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Argentina dan menjebol gawang Emiliano Martinez. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan dan memastikan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Kontribusi dua pemain pengganti, Ferran Torres dan Nico Williams, menjadi kunci keberhasilan Spanyol. Torres sebagai pencetak gol, sementara Williams hampir menjadi pahlawan di menit 90 saat tendangannya masih bisa ditepis Martinez. Kemenangan ini menjadi gelar juara dunia kedua bagi Spanyol setelah edisi 2010 di Afrika Selatan.