BENGKULU — Peluncuran All New Kia Seltos 2026 di Indonesia membawa satu keputusan strategis yang menarik perhatian. Alih-alih menghadirkan varian mesin 1.5L Turbo atau 1.6L Turbo dengan transmisi Dual Clutch Transmission (DCT) seperti di pasar global, Kia Sales Indonesia memilih untuk fokus pada satu konfigurasi dapur pacu yang lebih familiar.
Alasan di balik keputusan ini diungkap langsung oleh Harry Yanto, VP Operations Kia Sales Indonesia. Menurutnya, karakter akselerasi transmisi DCT dinilai terlalu 'galak' sehingga kurang nyaman saat digunakan untuk merayap di tengah kemacetan.
"Di pasar global memang ada beberapa kombinasi mesin dan transmisi untuk Kia Seltos. Namun untuk pasar Indonesia, kombinasi 1.5 NA dan IVT sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan harian di dalam maupun luar kota," jelas Harry Yanto dalam pernyataan resminya.
Hasil studi internal Kia menunjukkan pengemudi di Indonesia lebih menyukai penyaluran tenaga yang tenang dan halus untuk mobilitas harian. Data penjualan generasi sebelumnya pada 2024 juga menjadi bukti, di mana mayoritas pembeli lebih memilih varian IVT ketimbang DCT saat keduanya masih dipasarkan bersamaan.
All New Kia Seltos 2026 menggendong mesin bensin Smartstream Gamma II DOHC Dual CVVT berkapasitas 1.497 cc. Mesin ini mampu memproduksi tenaga maksimal 115 PS pada 6.300 rpm dan torsi puncak 144 Nm pada 4.500 rpm. Seluruh tenaga disalurkan ke roda depan melalui transmisi IVT.
Dibandingkan CVT konvensional, transmisi IVT milik Hyundai-Kia Group ini dirancang memberikan simulasi pergeseran rasio gigi yang lebih natural. Hasilnya, akselerasi terasa lebih terisi dari putaran bawah, efek rubber-band diminimalkan, dan konsumsi bahan bakar tetap terjaga saat menghadapi kemacetan kota.
Untuk menyesuaikan dinamika medan, Seltos 2026 dibekali Drive Mode Select dengan tiga pilihan karakter: Eco, Normal, dan Sport. Selain itu, terdapat fitur Terrain Mode yang menyediakan tiga opsi penyetelan traksi roda, yakni Snow, Mud, dan Sand. Fitur ini secara cerdas mengatur distribusi tenaga agar traksi tetap optimal di permukaan licin, berlumpur, atau berpasir.
Meski varian Turbo DCT absen untuk saat ini, pihak Kia tidak menutup kemungkinan untuk menghadirkan opsi tersebut di masa depan. Semua tergantung pada pergeseran permintaan pasar Indonesia ke depannya.