SELUMA — Selama ini, nelayan di Muara Maras harus membangun tenda darurat secara swadaya untuk tempat pelelangan. Kondisi itu dinilai tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga menyulitkan transaksi, terutama saat hujan atau angin kencang. Keterbatasan fasilitas juga berdampak pada kualitas pelayanan dan penanganan hasil tangkapan ikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Seluma Ali Sadikin mengatakan, pembangunan TPI baru ini memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Fasilitas ini diharapkan mampu memperlancar distribusi dan pemasaran ikan sehingga memberikan nilai tambah bagi hasil tangkapan nelayan.
Dari total anggaran Rp200 juta, sebanyak Rp185 juta dialokasikan untuk pekerjaan fisik pembangunan TPI. Sementara Rp15 juta digunakan untuk penyusunan dokumen perencanaan. Gedung baru akan dibangun di atas lahan hibah dari Pemerintah Desa Muara Maras seluas 10 x 20 meter, tidak jauh dari bangunan lama.
"Seluruh proses administrasi dan persiapan teknis tengah diselesaikan agar pekerjaan dapat segera dimulai. Saat ini tahapan persiapan terus kita lakukan agar proses pembangunan berjalan sesuai jadwal," kata Ali Sadikin di Bengkulu, Jumat.
Dengan dibangunnya TPI permanen, aktivitas jual beli hasil tangkapan diharapkan berlangsung lebih tertib, nyaman, dan aman. Pemerintah Kabupaten Seluma menargetkan proyek ini dapat mengembalikan fungsi pelelangan secara optimal. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat infrastruktur perikanan di pesisir Kabupaten Seluma.