BENGKULU — Kobaran api melahap rumah milik Redo Hamzah Stiawan, ASN Disperindag Provinsi Bengkulu, sekitar pukul 07.30 WIB. Rumah di kawasan padat penduduk itu ditinggalkan pemiliknya untuk berangkat kerja, namun kompor diduga masih menyala.
Ketegangan terjadi saat warga melihat kepulan asap tebal dari bangunan tersebut. Mereka langsung bergegas mengevakuasi seorang anak berusia tiga tahun yang masih tertidur di dalam kamar. Balita itu diselamatkan lewat jendela sebelum api menjalar ke seluruh bagian rumah.
Kepulan asap pertama kali terlihat oleh tetangga sekitar pukul 07.30 WIB. Dalam hitungan menit, api membesar dan menghanguskan hampir seluruh bagian bangunan yang terbuat dari material semi permanen.
Belum ada keterangan resmi dari pihak pemilik rumah mengenai total kerugian material. Namun, sebagian besar perabotan dan dokumen penting dipastikan hangus terbakar.
Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bengkulu tiba di lokasi tidak lama setelah laporan masuk. Kendala utama dihadapi di lapangan: posisi rumah berada di dalam gang sempit yang tidak bisa dilalui armada pemadam berukuran besar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Yuliansyah, mengonfirmasi keterbatasan akses itu menjadi hambatan terbesar personelnya saat melakukan penanganan.
“Petugas mengalami kesulitan karena lokasi masuk gang, sehingga hanya beberapa armada yang bisa masuk,” ujar Yuliansyah.
Setelah berhasil menjinakkan si jago merah, petugas melanjutkan proses pendinginan atau cooling di seluruh area yang terbakar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bara atau bahan mudah terbakar yang berpotensi memicu titik api baru.
Hingga berita ini diturunkan, lokasi kejadian masih dijaga petugas untuk mengamankan barang-barang milik korban yang tersisa. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga untuk selalu memeriksa kembali kompor dan peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah.