BENGKULU — Organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) Provinsi Bengkulu resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2026-2028. Pelantikan berlangsung di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (10/8), dengan mengusung tema "Penguatan Kelembagaan, Percepatan Kaderisasi: Membangun PII Bengkulu yang Solid, Mandiri dan Berkelanjutan."
Struktur kepengurusan terbaru menempatkan Zulfi Ikhsan Akbar sebagai Ketua Umum, didampingi Jean Suci Pertama Sari sebagai Sekretaris Umum dan Achmat Fauzi sebagai Bendahara Umum. Mereka akan memimpin kaderisasi pelajar Islam di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu selama dua tahun ke depan.
Khairil Anwar menegaskan bahwa keberadaan PII bukan sekadar wadah berkumpul bagi pelajar. Organisasi ini dinilai menjadi ruang strategis untuk pembinaan kepemimpinan, intelektualitas, dan penguatan nilai-nilai keislaman di kalangan generasi muda.
"Pelajar Islam Indonesia tidak hanya menjadi wadah berhimpun bagi para pelajar, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, kepemimpinan, intelektual, serta penguatan nilai-nilai keislaman," ujar Khairil dalam sambutannya.
Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan apresiasi penuh atas berbagai kegiatan positif yang digagas PII. Dukungan ini dinilai penting untuk mendorong pengembangan potensi pelajar agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Ketua Umum Keluarga Besar Pengurus Wilayah PII, Prof. Dr. Ir. Suharyanto, S.Pt., M.Si., menekankan pentingnya keterlibatan aktif pelajar dalam organisasi. Menurutnya, pengalaman berorganisasi menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pengembangan diri dan pembentukan jiwa kepemimpinan.
"Berkegiatan dan berorganisasi itu sangat penting, ibarat jembatan yang menghubungkan potensi dengan keberhasilan," kata Suharyanto.
Filosofi tersebut menjadi pijakan bagi kepengurusan baru untuk mempercepat proses kaderisasi di lingkungan pelajar. Targetnya, PII Bengkulu mampu melahirkan kader-kader muda yang memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, dan kepekaan terhadap persoalan kebangsaan.
Melalui struktur organisasi yang baru, PW PII Bengkulu diharapkan mampu memperkuat kelembagaan internal. Pengurus periode 2026-2028 juga dituntut untuk bergerak cepat dalam memperluas jangkauan kaderisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Penguatan kelembagaan menjadi prioritas utama agar organisasi dapat berjalan mandiri dan berkelanjutan. Sinergi antara pengurus wilayah dengan pemerintah daerah serta instansi terkait diharapkan terus terjalin demi mencetak pelajar yang berkarakter dan berintegritas tinggi.
Kontribusi positif dari kader PII diharapkan tidak hanya dirasakan di lingkungan sekolah, tetapi juga berdampak luas bagi pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Bengkulu dalam jangka panjang.