SELUMA — Jembatan yang direhabilitasi dengan nuansa merah putih itu menjadi bagian dari 3.395 unit Jembatan Merah Putih yang diresmikan serentak oleh Presiden Prabowo Subianto di seluruh Indonesia. Program ini juga mencakup pembangunan fasilitas sumber air bersih, diresmikan bersamaan menjelang peringatan HUT RI ke-81.
Prosesi peresmian berlangsung siang hari secara virtual dari Jakarta. Di sisi daerah, hadir Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi, Asisten III Sekretariat Provinsi Bengkulu R. Ahmad Denny, dan Bupati Seluma Teddy Rahman.
Kehadiran unsur pimpinan daerah ini menegaskan dukungan penuh terhadap program pusat. Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan, Ketua DPRD Seluma April Yones, serta Kajari Seluma Janu Arsianto turut menyaksikan momen tersebut.
Danposal Kapten Laut (P) Tri Budi Gunawan, perwakilan Kodim 0425/Seluma, Camat Lubuk Sandi, serta jajaran Pemerintah Desa Arang Sapat dan Desa Cawang juga hadir dalam acara yang berlangsung di lokasi jembatan tersebut.
Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid menekankan bahwa infrastruktur ini bukan sekadar penghubung antarwilayah, melainkan penggerak aktivitas harian masyarakat. Ia menyebut akses yang aman akan berdampak langsung pada mobilitas anak sekolah dan kegiatan ekonomi warga.
"Kita harapkan dengan adanya jembatan ini masyarakat menjadi terbantu dalam menjalani kehidupan, mencari mata pencaharian, serta membantu anak-anak menempuh pendidikan tanpa hambatan atau bahaya saat melintas," ujar Kapolda.
Ia menambahkan, "Ini bukan yang pertama dan terakhir, melainkan sebuah kelanjutan komitmen untuk membangun Provinsi Bengkulu bersama-sama Forkopimda di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota."
Bupati Seluma Teddy Rahman menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi yang terbangun. Menurutnya, dukungan lintas sektor menjadi kunci suksesnya rehabilitasi jembatan yang menghubungkan Desa Arang Sapat dan Desa Cawang tersebut.
"Terima kasih kepada semua pihak yang hadir menyukseskan program Presiden Prabowo ini," kata Teddy Rahman dalam sambutannya.
Dengan beroperasinya jembatan ini, warga dua desa di Kecamatan Lubuk Sandi tidak lagi bergantung pada akses lama yang dinilai berisiko, khususnya saat musim hujan. Peresmian ini sekaligus menjadi penanda komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan infrastruktur dasar hingga ke pelosok daerah.