BENGKULU — Wardogs, game FPS milsim 100 pemain garapan developer Bulkhead, mencatatkan rekor impresif pada closed beta yang berlangsung akhir pekan lalu. Berdasarkan video debrief yang dirilis hari ini, Philpott mengonfirmasi hampir 500 ribu pemain unik mencoba game ini, dengan puncak 100 ribu pemain serentak di Steam pada hari Minggu. Capaian itu melampaui rekor pemain serentak tertinggi yang pernah dicatatkan Squad, Hell Let Loose, maupun Arma di PC.
Fakta bahwa game dengan mekanisme serumit Wardogs langsung menarik audiens sebesar ini patut diperhatikan. Sebelumnya, game sejenis seperti Squad dan Arma butuh bertahun-tahun untuk membangun basis pemain. Wardogs baru saja menembus satu juta wishlist di Steam dan kini membuktikan diri sebagai pesaing serius di genre FPS.
"Reaksi dari komunitas FPS sungguh luar biasa," ujar Philpott dalam video debrief. "Hampir setengah juta pemain unik hadir di closed beta pada minggu yang sama dengan beta Call of Duty dan update besar Battlefield 6." Pernyataan ini menegaskan bahwa pemain milsim tidak lagi menjadi minoritas, melainkan segmen yang layak diperhitungkan.
Popularitas PUBG dan Escape From Tarkov sejak 2017-2020 disebut Philpott sebagai fondasi utama. Kedua game itu membiasakan pemain pada elemen yang selama ini dianggap niche: balistik realistis, map luas, dan manajemen inventory yang ketat. Wardogs bukan battle royale maupun extraction shooter, tapi elemen-elemen milsim yang diusungnya kini terasa akrab bagi generasi pemain baru.
Kehadiran sistem ekonomi in-game menjadi pembeda utama. Setiap pemain punya dompet persisten berisi uang yang bisa digunakan membeli senjata, membuka perlengkapan, memberi tip pilot, bahkan menyuap medis agar nyawanya diselamatkan di tengah pertempuran. Uang didapat dari aksi apa pun yang berguna: membunuh musuh, menghidupkan rekan, merebut objektif, atau sekadar mengantar pemain lain dengan kendaraan.
Mekanisme ini dirancang untuk mendorong kerja sama tim lewat insentif egois: uang. Alih-alih mengandalkan komunikasi verbal yang sering gagal di pertandingan publik, pemain punya alasan finansial untuk membantu rekan setim. Sistem ini membuat setiap aksi di medan tempur terasa lebih berarti karena berdampak langsung pada kemampuan belanja di pertandingan berikutnya.
Bagi pemain Indonesia yang terbiasa dengan game FPS kompetitif, sistem ini menawarkan kedalaman baru yang jarang ditemukan di game sejenis. Kombinasi skala pertempuran 100 pemain dan progresi ekonomi yang persisten membuat setiap sesi terasa seperti investasi jangka panjang.
Wardogs dijadwalkan memasuki early access pada 10 September 2026 dengan harga $40 atau sekitar Rp 650 ribu. Bagi yang sudah pre-order, akses closed beta kemarin menjadi gambaran awal tentang apa yang akan datang. Dengan basis pemain yang sudah terbentuk, antisipasi terhadap rilis resmi dipastikan akan semakin tinggi.
Bulkhead masih punya waktu sekitar delapan bulan untuk menyempurnakan game berdasarkan masukan dari hampir setengah juta pemain beta. Jika performa server dan keseimbangan gameplay bisa dijaga, Wardogs berpotensi menjadi salah satu rilis FPS terbesar tahun depan.