BENGKULU — Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan stok BBM di SPBU Pulau Enggano tetap aman di tengah antrean kendaraan yang sempat terjadi pada Selasa (25/8) pagi. Antrean tersebut dipicu meningkatnya aktivitas warga seiring sandarnya kapal penumpang MH Thamrin di pulau tersebut pada hari yang sama.
Berdasarkan data pemantauan Pertamina pada 25 Agustus 2026, stok Pertalite di SPBU Pulau Enggano tercatat 64,8 kiloliter (KL) atau setara kebutuhan 43 hari. Adapun stok Biosolar mencapai 29,6 KL untuk 59 hari, dan Kerosene 9,6 KL yang cukup untuk 32 hari ke depan.
Pengiriman BBM terakhir dilakukan pada Minggu (23/8) dengan membawa kargo Pertalite sebanyak 48 KL, Biosolar 16 KL, dan Kerosene 8 KL. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyebut lonjakan konsumsi terjadi karena warga memanfaatkan momen sandarnya kapal penumpang untuk mengisi bahan bakar.
“Antrean yang terjadi bersifat situasional karena adanya peningkatan konsumsi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat sehubungan dengan kegiatan sandar kapal penumpang MH Thamrin di Enggano. Kami terus memantau kondisi stok dan penyaluran BBM agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” ujar Rusminto.
Pertamina mencatat kondisi antrean pada siang hari telah berangsur normal. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memantau operasional dan memastikan penyaluran berjalan lancar.
Pertamina mengimbau masyarakat Pulau Enggano agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Pengisian BBM berulang dalam jumlah besar justru berpotensi memicu kelangkaan buatan dan memperpanjang antrean di SPBU.
Warga diminta mengisi bahan bakar sesuai kebutuhan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Hal ini penting untuk menjaga kelancaran distribusi bagi seluruh masyarakat pulau yang berjarak sekitar 132 kilometer dari Kota Bengkulu itu.
Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.