BENGKULU — Kepastian kondisi fisik Idzes menjadi kabar segar bagi pelatih anyar Sassuolo, Albertino Aquilani, yang tengah mencari komposisi ideal lini pertahanan. Media lokal Sassuolo menyebut tidak ada lagi risiko kebugaran yang menghalangi sang kapten Timnas Indonesia untuk diturunkan sejak menit awal.
Idzes hanya menjadi penonton saat Sassuolo memulai musim melawan Atalanta akhir pekan lalu. Ia duduk di bangku cadangan tanpa mendapat kesempatan bermain karena kebugarannya dinilai belum maksimal.
Cedera yang dialami Idzes terjadi dalam laga uji coba melawan Augsburg. Akibat cedera tersebut, pemain bertinggi 190 sentimeter ini juga melewatkan uji coba kontra Cesena.
Menjelang duel kontra Torino, Aquilani disebut sudah memberikan lampu hijau. Kondisi fisik Idzes dikabarkan telah pulih total dan siap kembali berduel di jantung pertahanan.
Sassuolo memang tengah berada dalam masa transisi. Selain ditinggal Fabio Grosso yang pindah, tim berjuluk Neroverdi ini juga kehilangan Tarik Muharemovic, duet Idzes di lini belakang pada musim lalu.
Aquilani belum menemukan paduan terbaik di sektor pertahanan. Nama-nama seperti Fedde Leysen, Sebastian Walukiewicz, dan Sas Odenthal sedang bersaing untuk mengisi slot starter.
Idzes sendiri merupakan peninggalan Grosso yang kualitasnya sudah teruji di kompetisi tertinggi Italia. Namun, kecocokannya dengan skema yang diinginkan Aquilani masih menjadi pertanyaan besar.
Pertandingan melawan Torino akan menjadi ujian nyata bagi eksperimen Aquilani di lini belakang. Jika Idzes diturunkan, ia harus cepat beradaptasi dengan instruksi pelatih baru yang belum pernah menanganinya di pertandingan resmi.
Torino bukan lawan mudah. Mereka datang ke Mapei dengan modal kepercayaan diri setelah meraih hasil positif di pertandingan pembuka. Tekanan akan langsung dirasakan barisan pertahanan Sassuolo sejak menit awal.
Keputusan Aquilani untuk memainkan Idzes atau tidak akan menentukan bentuk pertahanan Sassuolo. Yang jelas, kehadiran kapten Timnas Indonesia itu memberikan opsi lebih bagi pelatih dalam menghadapi agresivitas serangan Torino.