BENGKULU TENGAH — Cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) bayi di kabupaten ini baru mencapai 45,28 persen per 30 Agustus 2026. Jumlah itu masih jauh dari target 85 persen yang ditetapkan pemerintah daerah.
Untuk mengejar ketertinggalan, Pemkab Bengkulu Tengah menggelar rapat koordinasi lintas sektor pada Senin (31/8/2026). Rapat dihadiri Sekretaris Daerah Tomi Marisi, Ketua TP PKK Damarini Rachmat, serta kepala dinas terkait, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas PMD, Dinas Sosial, dan Diskominfotik.
Dinas Kesehatan memaparkan capaian hingga 30 Agustus 2026. Sebanyak 1.126 bayi dari 2.487 sasaran telah menerima imunisasi lengkap, realisasi 45,28 persen.
Untuk baduta usia 12–23 bulan, tercatat 1.170 anak dari 2.454 sasaran, atau 47,68 persen, dengan target 75 persen. Capaian wanita usia subur (WUS) 15–49 tahun juga rendah: 6.384 dari 24.518 sasaran (26,04 persen), sementara targetnya 71 persen.
Hasil lebih baik terlihat pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Imunisasi campak rubela menjangkau 1.778 dari 2.035 anak (87,37 persen), dan imunisasi HPV bahkan melampaui target: 1.046 penerima dari 1.028 sasaran (101,75 persen).
Sekretaris Daerah Tomi Marisi menegaskan bahwa capaian yang rendah harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, imunisasi tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan.
"Program imunisasi membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak. Tidak cukup hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi harus ada keterlibatan pendidikan, pemerintahan desa, sosial, PKK, hingga komunikasi publik. Kita ingin memastikan tidak ada anak yang terlewat mendapatkan imunisasi," tegas Tomi.
Rapat menyepakati sejumlah langkah strategis untuk mengejar target. Beberapa di antaranya:
Program ini berjalan di bawah arahan Bupati Rachmat Riyanto dan Wakil Bupati Tarmizi, dengan dukungan Kementerian Kesehatan. Pemkab menargetkan cakupan imunisasi 2026 terus meningkat demi perlindungan kesehatan anak.