Cakupan Imunisasi Dasar di Bengkulu Tengah Baru 45,28 Persen, Pemkab Gencarkan Rakor Lintas Sektor untuk Kejar Target

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 22:32:03 WIB
Rapat koordinasi lintas sektor digelar Pemkab Bengkulu Tengah untuk mengejar target cakupan imunisasi dasar lengkap yang baru mencapai 45,28 persen.

BENGKULU TENGAH — Cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) bayi di kabupaten ini baru mencapai 45,28 persen per 30 Agustus 2026. Jumlah itu masih jauh dari target 85 persen yang ditetapkan pemerintah daerah.

Untuk mengejar ketertinggalan, Pemkab Bengkulu Tengah menggelar rapat koordinasi lintas sektor pada Senin (31/8/2026). Rapat dihadiri Sekretaris Daerah Tomi Marisi, Ketua TP PKK Damarini Rachmat, serta kepala dinas terkait, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas PMD, Dinas Sosial, dan Diskominfotik.

Data Capaian Imunisasi per Kelompok Sasaran

Dinas Kesehatan memaparkan capaian hingga 30 Agustus 2026. Sebanyak 1.126 bayi dari 2.487 sasaran telah menerima imunisasi lengkap, realisasi 45,28 persen.

Untuk baduta usia 12–23 bulan, tercatat 1.170 anak dari 2.454 sasaran, atau 47,68 persen, dengan target 75 persen. Capaian wanita usia subur (WUS) 15–49 tahun juga rendah: 6.384 dari 24.518 sasaran (26,04 persen), sementara targetnya 71 persen.

Hasil lebih baik terlihat pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Imunisasi campak rubela menjangkau 1.778 dari 2.035 anak (87,37 persen), dan imunisasi HPV bahkan melampaui target: 1.046 penerima dari 1.028 sasaran (101,75 persen).

Pernyataan Sekda: Perlu Kerja Sama Semua Pihak

Sekretaris Daerah Tomi Marisi menegaskan bahwa capaian yang rendah harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, imunisasi tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan.

"Program imunisasi membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak. Tidak cukup hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi harus ada keterlibatan pendidikan, pemerintahan desa, sosial, PKK, hingga komunikasi publik. Kita ingin memastikan tidak ada anak yang terlewat mendapatkan imunisasi," tegas Tomi.

Langkah Percepatan yang Disepakati

Rapat menyepakati sejumlah langkah strategis untuk mengejar target. Beberapa di antaranya:

  • Memperkuat koordinasi lintas sektor di tingkat kabupaten hingga desa.
  • Meningkatkan pelayanan imunisasi di Puskesmas dan posyandu.
  • Melakukan sweeping terhadap sasaran yang belum mendapat imunisasi lengkap.
  • Memutakhirkan dan memvalidasi data sasaran agar lebih tepat.
  • Memperkuat edukasi masyarakat dan promosi kesehatan.
  • Pemantauan dan evaluasi intensif di wilayah dengan capaian rendah.

Program ini berjalan di bawah arahan Bupati Rachmat Riyanto dan Wakil Bupati Tarmizi, dengan dukungan Kementerian Kesehatan. Pemkab menargetkan cakupan imunisasi 2026 terus meningkat demi perlindungan kesehatan anak.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: teropongpublik.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top