Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, mengintensifkan program pembinaan kemandirian dan kerohanian bagi 620 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang tersebar di tiga kabupaten. Pembinaan keterampilan usaha dan penguatan akhlak ini disiapkan sebagai bekal agar para WBP produktif dan diterima kembali masyarakat setelah bebas.
REJANG LEBONG — Lapas Kelas IIA Curup tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan narapidana, tetapi juga ruang bagi 620 warga binaan untuk menyiapkan kehidupan baru. Lembaga yang wilayah kerjanya mencakup Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong ini menggulirkan program pembinaan yang menyasar keterampilan ekonomi dan spiritual secara berkesinambungan.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, mengatakan pembinaan yang diberikan bersifat menyeluruh. Warga binaan tidak hanya dibekali kemampuan bekerja, tetapi juga perbaikan karakter agar tidak mengulangi perbuatannya.
"WBP Lapas Kelas IIA Curup diberikan pembinaan baik dalam bidang akhlak maupun keterampilan usaha. Kegiatan ini menjadi bekal mereka saat bebas dan kembali ke masyarakat nantinya," kata Untung di Rejang Lebong, Senin.
Pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Curup mencakup pelatihan yang bisa langsung diterapkan di masyarakat. Program ini dirancang agar warga binaan memiliki penghasilan sendiri setelah menyelesaikan masa hukuman.
Kegiatan ini digulirkan sepanjang tahun dengan pendampingan dari petugas lapas. Tujuannya, keterampilan yang diasah selama di dalam lapas bisa menjadi modal usaha ketika kembali ke kampung halaman masing-masing.
Selain keterampilan fisik dan ekonomi, Lapas Curup juga memberikan perhatian pada pembinaan kepribadian dan spiritualitas. Program keagamaan dijalankan rutin untuk membentuk karakter warga binaan agar lebih tenang dan introspektif.
Beragam aktivitas keagamaan dijadwalkan secara berkala, mulai dari latihan seni marawis dan hadrah hingga pengajian rutin. Pembelajaran Al Quran, ceramah agama, serta persiapan pelaksanaan ibadah salat Jumat juga menjadi bagian dari agenda pembinaan.
"Untuk pembinaan kepribadian dan keagamaan, kami menyelenggarakan latihan seni marawis dan hadrah, pengajian rutin, pembelajaran Al Quran, ceramah agama, hingga persiapan pelaksanaan ibadah salat Jumat," jelas Untung.
Untung menambahkan, rangkaian aktivitas positif ini terus digulirkan setiap tahun. Harapannya, warga binaan memiliki produktivitas tinggi dan bisa membangun kepercayaan masyarakat setelah bebas.
"Kami ingin mereka keluar dengan keterampilan dan karakter yang lebih baik," ujarnya. Melalui kombinasi pelatihan usaha dan penguatan spiritual, Lapas Curup berupaya menekan angka residivis serta memastikan para mantan warga binaan tidak kembali tersangkut masalah hukum.