Harga Pakan Naik dan Pasokan Telur Luar Daerah Tekan Peternak Ayam Petelur di Bengkulu Utara

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Rabu, 16 September 2026 | 11:16:01 WIB
Peternak ayam petelur di Bukit Indah, Bengkulu Utara, menghadapi kenaikan harga pakan yang menekan biaya produksi.

BENGKULU UTARA — Beban biaya produksi yang terus meningkat membuat usaha peternakan ayam petelur lokal di Kabupaten Bengkulu Utara semakin sulit bertahan. Pakan menjadi komponen pengeluaran terbesar dalam operasional peternakan, sehingga lonjakan harganya berdampak langsung pada perhitungan usaha. Situasi diperberat oleh harga telur yang belum sepenuhnya mengimbangi kenaikan biaya tersebut.

Keluhan ini disampaikan Kepala Desa Bukit Indah, Rifqi Hidayat, yang mengelola unit usaha ayam petelur melalui BUMDes Bukit Indah, Kecamatan Ketahun. Komoditas tersebut kini menjadi salah satu andalan Desa Bukit Indah. Menurut Rifqi, kenaikan harga pakan menjadi persoalan serius yang mengancam keberlanjutan usaha.

Margin Peternak Masih Tipis meski Harga Telur Mulai Naik

Rifqi menjelaskan, harga telur memang berangsur naik dibanding periode sebelumnya. Namun kenaikan itu belum sebanding dengan lonjakan biaya produksi yang harus ditanggung peternak setiap hari. "Yang menjadi persoalan sekarang harga pakan terus naik, sementara harga telur belum sebanding dengan biaya produksi. Memang harga telur mulai naik secara bertahap, tetapi margin yang didapat peternak masih sangat tipis," ujarnya.

Selain harga pakan, permintaan pasar yang tidak stabil turut mempersulit posisi peternak. Hasil produksi telur lokal tidak selalu terserap maksimal, terutama saat permintaan sedang lesu.

Pasokan dari Luar Daerah Tekan Harga Telur Lokal

Masuknya telur dari luar daerah menjadi faktor lain yang memperberat peternak setempat. Ketika pasokan dari luar datang dalam jumlah besar, harga dan penyerapan produk lokal ikut terpukul. "Pasokan dari luar daerah biasanya ikut masuk dan akhirnya menekan pasar telur lokal. Ini yang membuat peternak kita semakin sulit untuk menjaga harga dan memastikan produksi terserap," kata Rifqi.

Fluktuasi permintaan pasar membuat peternak sulit menyusun perencanaan produksi yang stabil. Kondisi ini berbeda dengan usaha yang punya jaminan penyerapan hasil secara tetap.

Harapan Ruang Pasar untuk Produk Peternakan Lokal

Rifqi berharap pelaku pasar memberi ruang lebih besar bagi produk peternakan lokal. Harapan itu ia tujukan khususnya kepada penyedia bahan pangan untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) maupun kebutuhan pasar lainnya. Menurutnya, serapan pasar yang lebih pasti akan membantu peternak menjaga keberlangsungan usaha di tengah tekanan biaya produksi.

Usaha ayam petelur BUMDes Bukit Indah sendiri dikelola sebagai salah satu komoditas unggulan desa. Keberlanjutannya bergantung pada keseimbangan antara biaya pakan, harga jual, dan kepastian pasar.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: radarutara.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top