ARGAMAKMUR — Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bengkulu Utara, H. Hamid Muhakkam, menyampaikan bahwa pihaknya terus mematangkan seluruh rangkaian persiapan keberangkatan. Dari 11 calon jemaah, sembilan orang telah memiliki paspor dan dua sisanya berada di tahap pengurusan.
“Sembilan orang telah memiliki paspor, sisanya tahap pengurusan,” ujar Hamid.
Selain urusan dokumen, para calon jemaah telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Bekal ibadah juga disiapkan melalui manasik haji yang dilaksanakan secara mandiri.
“Selain pemeriksaan kesehatan, CJH juga telah melaksanakan manasik haji sebagai bekal di tanah suci,” tambahnya.
Manasik mandiri menjadi tahap awal pembekalan sebelum jemaah menerima bimbingan lanjutan dari petugas kloter. Materi mencakup tata cara ibadah, adab di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta kesiapan fisik menghadapi cuaca panas di Makkah.
Dua calon jemaah yang belum mengantongi paspor masih melengkapi berkas di kantor imigrasi setempat. Hamid memastikan prosesnya berjalan dan tidak mengganggu jadwal persiapan.
Pengurusan paspor menjadi syarat mutlak sebelum visa haji diajukan. Jemaah yang dokumennya rampung lebih awal punya waktu lebih longgar untuk verifikasi data dan pencocokan identitas.
Keberangkatan 2027 masih sekitar satu tahun lagi, tetapi Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bengkulu Utara memilih menuntaskan administrasi sejak sekarang. Alasannya, kuota haji Indonesia terbatas dan daftar tunggu di sejumlah daerah sangat panjang.
Jemaah yang lolos pada 2027 umumnya merupakan pendaftar yang sudah menunggu bertahun-tahun. Karena itu, kelengkapan dokumen menjadi penentu agar kursi keberangkatan tidak hangus.
Hamid menyebut seluruh rangkaian persiapan terus dimatangkan guna memastikan kelancaran keberangkatan ke Tanah Suci. Pemantauan dilakukan hingga tahap akhir sebelum jemaah masuk asrama haji.