BENGKULU TENGAH — Jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas warga menuju area perkebunan dan jalur penghubung antarwilayah di Bengkulu Tengah itu akhirnya mendapat perbaikan. Kondisi bangunan sebelumnya disebut sangat memprihatinkan oleh Danrem 041/Gamas, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, sehingga intervensi perbaikan harus segera dilakukan untuk memulihkan roda perekonomian masyarakat.
36 Titik Jembatan Ditargetkan Rampung, Mayoritas Pakai Cor Beton
Proyek rehabilitasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Jembatan Merah Putih Tahap V dan VI yang digulirkan di sejumlah wilayah Provinsi Bengkulu. Pada fase ini, total ada 36 titik jembatan yang menjadi sasaran, di mana mayoritas konstruksinya akan dirombak total menggunakan cor beton agar lebih kokoh dan tahan lama.
“Kondisi juga memang cukup parah, dan saya yakin, percaya, masyarakat sangat membutuhkan untuk perbaikan jembatan ini, termasuk di wilayah lain,” ujar Jatmiko Aryanto saat prosesi groundbreaking.
Warga Terpaksa Nekat Melintas Meski Jembatan Ringsek Selama 3 Bulan
Selama tiga bulan terakhir, warga Desa Kembang Seri dan sekitarnya hidup dalam kekhawatiran. Jembatan Taba Pasmah sudah dalam kondisi ringsek dan hancur, namun warga terpaksa tetap melintas demi bisa pergi memanen kebun. Taruhan nyawa pun terpaksa diambil.
“Selalu lewat sini, Pak, kalau mau ke kebun. Kondisinya kurang lebih tiga bulan sudah,” ungkap Ali Kondrin, warga Desa Kembang Seri, dengan nada pilu.
Harapan Petani: Jembatan Kokoh yang Aman Dilintasi Kendaraan Muatan Hasil Bumi
Mewakili suara petani lainnya, Ali menaruh harapan besar agar pembangunan kali ini menghasilkan jembatan yang kokoh dan memberikan rasa aman saat dilintasi kendaraan bermuatan hasil bumi. “Terima kasih. Kalau bisa lebih bagus dari ini,” harapnya.
Jatmiko menegaskan bahwa suksesi proyek ini membutuhkan sinergi dan dukungan penuh dari seluruh elemen, mulai dari jajaran pemerintah daerah, komitmen TNI, hingga pengawasan melekat dari masyarakat selama proses pengerjaan di lapangan. “Kita semua bertanggung jawab kepada masyarakat kita, kepada rakyat kita untuk mensejahterakan mereka. Salah satunya adalah perbaikan atau pembangunan jembatan ini,” tambahnya.
Dampak: Akses Mobilitas Kembali Normal, Ekonomi Warga Pulih
Melalui program bedah infrastruktur ini, akses mobilitas transportasi horizontal masyarakat diharapkan kembali normal. Angka kecelakaan pengguna jalan juga ditargetkan dapat ditekan, serta mempercepat pemulihan ekonomi warga yang sempat merosot selama tiga bulan terakhir akibat rusaknya jembatan penghubung vital tersebut.