BENGKULU — Hasil riset yang dipublikasikan di jurnal AJO International ini melibatkan lima dokter bedah yang menangani 32 kasus operasi endoskopi untuk membersihkan saluran air mata tersumbat. Separuh prosedur dilakukan dengan dokter memakai Vision Pro, sementara sisanya menggunakan monitor konvensional.
Alasan Efisiensi Waktu Meningkat
Kunci percepatan waktu operasi terletak pada cara dokter melihat video endoskopi. Dengan Vision Pro, aliran video langsung tampil di bidang pandang dokter tanpa harus menoleh ke monitor yang berada di seberang ruangan. Posisi tubuh pun tetap natural menghadap pasien selama tindakan berlangsung.
Seluruh 32 kasus dalam studi ini berhasil tanpa komplikasi. Kelima dokter yang terlibat juga menyatakan preferensi mereka untuk bekerja dengan headset tersebut, disertai laporan beban kerja fisik dan mental yang lebih rendah.
Lebih Hemat dan Ringkas dari Monitor Biasa
Peneliti menemukan fakta menarik lainnya: biaya pengadaan Vision Pro lebih murah dibandingkan setup monitor yang digantikannya, dengan ukuran perangkat yang jauh lebih kecil. Ini bisa menjadi pertimbangan efisiensi bagi rumah sakit yang ingin mengadopsi teknologi serupa.
Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini masih berskala kecil dan bersifat pendahuluan. Mereka mendorong dilakukannya uji coba dengan jumlah sampel lebih besar untuk memvalidasi temuan awal tersebut.
Dampak untuk Pasar Teknologi Medis
Temuan ini menambah daftar potensi penggunaan Vision Pro di luar konsumsi media. Sebelumnya, perangkat ini lebih dikenal sebagai headset untuk hiburan dan produktivitas. Keberhasilan di bidang medis membuka peluang adopsi yang lebih luas, termasuk di Indonesia yang pasar perangkat medisnya terus tumbuh.
Bagi pengguna awam, studi ini menunjukkan bahwa teknologi spatial computing mulai menunjukkan manfaat konkret di sektor profesional. Namun, harga Vision Pro yang tinggi tetap menjadi hambatan utama untuk adopsi massal, baik di kalangan konsumen maupun institusi medis.
Yang perlu dicermati adalah bagaimana Apple merespons hasil studi ini. Jika perusahaan memutuskan untuk memasarkan Vision Pro secara spesifik ke sektor kesehatan, bukan tidak mungkin kita akan melihat varian atau program khusus untuk pasar medis dalam beberapa tahun ke depan.