BENGKULU — KONI Provinsi Bengkulu mengubah total pola pembinaan atlet menuju PON 2028 di NTB-NTT. Tidak sekadar mengejar prestasi di arena pertandingan, atlet kini diposisikan sebagai aset jangka panjang yang masa depannya harus dijamin setelah pensiun dari dunia olahraga.
Teuku Zulkarnaen menegaskan, pengelolaan keuangan KONI tahun ini diarahkan habis untuk kebutuhan atlet dan pelatih. Mulai dari transportasi, vitamin, hingga penunjang latihan lainnya sudah mulai dicairkan untuk mereka yang masuk program pembinaan.
Jaminan Masa Depan: Bank Bengkulu Hingga Polri dan TNI
Yang menarik dari persiapan kali ini adalah adanya skema jaminan karier bagi atlet. Teuku menyebut, atlet yang berhasil menyumbang emas di PON 2028 akan diupayakan diterima bekerja di Bank Bengkulu. Peluang serupa juga dibuka melalui jalur Polri dan TNI.
“Kita tidak ingin lagi atlet yang sudah berjuang untuk Bengkulu kemudian disia-siakan. Atlet harus mendapatkan perhatian dan masa depan yang layak,” tegas Teuku dalam rilis yang diterima media, baru-baru ini.
Skema ini mendapat dukungan penuh dari Kapolda Bengkulu. Sinergi antara KONI, pemerintah daerah, dan aparat keamanan ini dinilai menjadi daya tarik baru bagi atlet muda untuk serius menekuni cabang olahraga masing-masing.
Fasilitas Pemusatan Latihan: Atlet Utama, Pengurus Cukup di Hotel Biasa
Perlakuan khusus terhadap atlet juga terlihat dari kebijakan akomodasi saat pelaksanaan PON nanti. KONI memastikan atlet akan ditempatkan di penginapan dengan kualitas terbaik agar bisa beristirahat maksimal dan fokus bertanding.
Sebaliknya, pengurus KONI justru memilih menginap di hotel biasa. Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen bahwa skala prioritas pembiayaan benar-benar berpihak pada mereka yang bertanding di lapangan.
Anggaran Terbuka dan Target Masuk 20 Besar
Untuk mencapai target enam emas dan menembus 20 besar nasional, KONI Bengkulu menegaskan pengelolaan keuangannya dilakukan secara transparan. Teuku menyatakan siap memberikan informasi terkait penggunaan anggaran kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
Langkah ini sekaligus menjawab keraguan publik tentang efektivitas pembinaan atlet di daerah. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan setiap rupiah yang digelontorkan benar-benar berdampak pada peningkatan prestasi olahraga Bengkulu di kancah nasional.
PON 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur menjadi momentum bagi Bengkulu untuk membuktikan diri. Persiapan yang dimulai jauh-jauh hari ini diharapkan mampu memutus tren prestasi yang selama ini belum menggembirakan.