BENGKULU — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu memastikan diri tidak lagi sekadar mengejar target jangka pendek. Pada PON XXI 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), mereka memasang target lima medali emas dan menembus peringkat 25 besar nasional.
Target itu diusung setelah Bengkulu mencatat hasil minor pada PON sebelumnya. Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu, Dali Sukma, menegaskan ambisi tersebut bukan tanpa dasar.
"Target kita lima medali emas, masuk 25 besar. Kemarin kita juru kunci, jangan sampai terulang lagi," ujarnya.
17 Cabor Unggulan Disiapkan Menuju PON NTB-NTT
KONI Provinsi Bengkulu telah memetakan 17 cabang olahraga (cabor) unggulan yang dianggap paling realistis menyumbang medali. Pemetaan ini berdasarkan rekam jejak cabor-cabor tersebut pada ajang PON sebelumnya.
"Sesuai dengan data kita pada PON-PON kemarin, cabor-cabor yang pernah ikut PON dan dapat medali, makanya ada 17 cabor yang kita persiapkan," jelas Dali.
Meski demikian, Dali menegaskan 17 cabor itu bukan satu-satunya pintu medali. "Bukan berarti cabor-cabor lain tidak berpeluang mendapat medali, tapi cabor yang biasa mendapatkan medali itulah yang kita persiapkan," imbuhnya.
Program Pembinaan Atlet: Fondasi Baru yang Sebelumnya Tak Ada
Dali menyebut era kepengurusan KONI Bengkulu saat ini di bawah Teuku Zulkarnain memperkenalkan hal yang belum pernah ada sebelumnya: Program Pembinaan Atlet untuk persiapan PON dua tahun mendatang. Program ini dirancang untuk memastikan atlet tidak hanya dikirim ke event, tetapi dibina secara berkelanjutan.
"Bengkulu tidak kekurangan atlet bagus, tapi selama ini kurang bahkan tidak sama sekali mendapatkan pembinaan yang benar-benar terprogram," kata Dali, yang merupakan mantan atlet silat Bengkulu.
Program ini menyasar aspek fundamental, bukan sekadar pemberian uang pembinaan. Mulai dari program pelatihan, pemenuhan gizi, perlindungan sosial, hingga reward bagi atlet berprestasi. KONI juga melakukan monitoring harian terhadap perkembangan atlet dan pelatih.
Jawaban atas Isu Anggaran dengan Prestasi
Kepengurusan baru ini juga berupaya membantah isu anggaran yang beredar dengan menunjukkan hasil nyata. Pada awal Juli 2026, atlet binaan cabor Pertina (tinju) berhasil menyabet tiga medali emas di Kejuaraan VIP Boxing di Lampung.
"Alhamdulillah Cabor Pertina dapat tiga medali emas di kejuaraan di Lampung. Cabor lain juga dapat medali, dari taekwondo Alhamdulillah dapat medali juga. Dari angkat berat satu perak dan dua perunggu," beber Dali.
Sebelumnya, pada akhir 2025, KONI Bengkulu mengirimkan lima cabor ke PON Bela Diri di Kudus, Jawa Tengah. Hasilnya, lima medali perunggu berhasil dibawa pulang.
Dukungan Perlindungan Sosial dan Reward Rp 1 Miliar
Untuk menunjang kesiapan mental dan kesejahteraan atlet, KONI Bengkulu berkolaborasi dengan Bank Bengkulu dan BPJS Ketenagakerjaan melalui Program Perlindungan Sosial. Langkah ini diambil agar atlet bisa fokus berlatih tanpa dibayangi kekhawatiran soal jaminan sosial.
Semangat para atlet juga mendapat suntikan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Gubernur Bengkulu telah menyiapkan reward sebesar Rp 1 miliar bagi atlet yang sukses meraih medali emas di ajang PON nanti.