KAUR — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur Lisarmawan merinci komposisi penerima program revitalisasi tahun ini. Lima sekolah jenjang SMP, 11 SD yang masih dalam tahap penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta 6 TK Negeri telah masuk daftar penerima. Sebagian TK Negeri bahkan sudah memulai pekerjaan fisik.
Angka 38 satuan pendidikan itu lebih tinggi dari cakupan awal yang disebut dalam pelaksanaan program. Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Taman Kanak-kanak, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah menyebut 22 satuan pendidikan jenjang TK, SD, hingga SMP sebagai penerima di Kaur.
Selisih angka itu belum dijelaskan lebih jauh oleh dinas. Yang jelas, lingkup kegiatan mencakup rehabilitasi bangunan, pembangunan baru, perbaikan lapangan, serta pemenuhan sarana pendukung.
Apa Saja yang Direvitalisasi?
Setiap sekolah mendapat perlakuan berbeda. Penentuan jenis pekerjaan disesuaikan dengan ketentuan program, kondisi fisik bangunan, dan ketersediaan lahan di masing-masing satuan pendidikan.
Besaran anggaran yang disalurkan pun tidak seragam. Lisarmawan menyatakan nominalnya mengikuti ketentuan serta kebutuhan riil tiap sekolah, tanpa menyebut angka total pagu untuk Kabupaten Kaur.
Pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi dilakukan secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) di tiap sekolah. Mekanisme ini menempatkan sekolah sebagai pelaksana, bukan menyerahkan pekerjaan ke kontraktor luar.
Mengapa Swakelola Jadi Pilihan?
Swakelola memberi ruang bagi sekolah dan komite untuk mengatur pembelian material serta tenaga kerja sesuai kebutuhan setempat. Namun konsekuensinya, pengawasan mutu dan ketepatan waktu berada di tangan panitia sekolah.
Lisarmawan menegaskan agar seluruh pelaksana mematuhi prosedur yang berlaku.
"Saya berharap, di setiap satuan pendidikan, pekerjaan dilaksanakan sesuai aturan yang telah ditetapkan dan diselesaikan tepat waktu," tegasnya.
Pesan itu menyasar titik rawan program swakelola: pekerjaan yang molor atau material yang tidak sesuai spesifikasi. Dinas belum memerinci mekanisme sanksi bila terjadi penyimpangan.
Bupati Kaur Minta Kuota Penerima Ditambah
Bupati Kaur Gusril Pausi menyampaikan apresiasi atas jumlah titik yang masuk program tahun ini. Ia berharap revitalisasi berlanjut ke tahun-tahun berikutnya dengan cakupan lebih luas.
"Jumlah 38 titik ini sangat membanggakan, namun masih banyak sekolah di daerah kita yang membutuhkan perhatian serupa. Semoga program ini terus berjalan dan kuota penerima dapat bertambah di tahun-tahun mendatang," ujar Gusril melalui Kadis Pendidikan.
Pernyataan itu menyiratkan masih ada sekolah di Kaur yang belum tersentuh program. Data resmi soal jumlah satuan pendidikan yang masih menunggu giliran belum disampaikan dinas.
Dampak ke Proses Belajar
Program ini diharapkan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kaur. Lingkungan belajar yang layak, aman, dan nyaman menjadi target akhirnya bagi seluruh peserta didik.
Untuk sekolah yang pekerjaan fisiknya belum dimulai, proses belajar diperkirakan berjalan seperti biasa sambil menunggu jadwal pembangunan. Dinas belum menyebut tenggat penyelesaian seluruh pekerjaan di 38 titik tersebut.