BENGKULU TENGAH — Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah, Sri Rusniati, menyebut dua sekolah yang rampung itu adalah SD Negeri 59 dan SD Negeri 81. Keduanya merupakan penerima bantuan gelombang pertama dan sudah memakai gedung hasil revitalisasi untuk kegiatan belajar mengajar.
Capaian itu belum diikuti sekolah penerima lain. SD Negeri 80 Bengkulu Tengah, yang juga masuk gelombang pertama, masih terkendala persyaratan pencairan dana tahap kedua sebesar 30 persen.
Dana Tahap Kedua Baru Cair Setelah Progres Fisik Tembus 50 Persen
Pencairan anggaran menjadi salah satu simpul yang menahan laju pekerjaan. Dana tahap kedua sebesar 30 persen baru bisa diakses setelah progres fisik bangunan melewati ambang 50 persen.
Artinya, sekolah yang belum memenuhi ambang tersebut harus lebih dulu melanjutkan pekerjaan sesuai tahapan sebelum mengakses pencairan berikutnya. Situasi ini membuat capaian fisik menentukan kelanjutan pekerjaan di lapangan.
Hingga keterangan terakhir Dikbud Benteng, belum ada rincian progres terakhir SD Negeri 80, kendala teknis yang dihadapi, maupun jadwal penyelesaiannya. Belum dapat dipastikan berapa lama pekerjaan sekolah itu akan tertahan.
Delapan SD Gelombang Kedua Masih di Bawah 50 Persen
Perhatian lebih besar tertuju pada delapan sekolah penerima bantuan gelombang kedua. Seluruhnya masih mencatat progres pekerjaan di bawah 50 persen.
Kedelapan sekolah itu meliputi:
- SD Negeri 1 Bengkulu Tengah
- SD Negeri 29 Bengkulu Tengah
- SD Negeri 14 Bengkulu Tengah
- SD Negeri 67 Bengkulu Tengah
- SD Negeri 72 Bengkulu Tengah
- SD Negeri 82 Bengkulu Tengah
- SD Negeri 83 Bengkulu Tengah
- SD Negeri 91 Bengkulu Tengah
"Delapan SD yang mendapat program revitalisasi tahap dua terdiri atas SD Negeri 1, SD Negeri 29, SD Negeri 14, SD Negeri 67, SD Negeri 72, SD Negeri 82, SD Negeri 83, dan SD Negeri 91," kata Sri.
Data Progres per Sekolah Belum Dibuka
Persoalannya bukan semata berapa bangunan yang belum rampung, melainkan sejauh mana pekerjaan bisa diselesaikan sesuai tahapan dan target yang ditetapkan. Data terperinci soal persentase progres masing-masing sekolah, target penyelesaian, dan kendala spesifik di tiap lokasi belum disampaikan.
Tanpa data itu, publik belum bisa mengukur sekolah mana yang paling tertinggal, apa penyebab utama lambatnya pekerjaan, dan langkah percepatan apa yang sudah disiapkan untuk mengejar ketertinggalan.
Gedung Harus Segera Dipakai, Administrasi Tetap Dijaga
Dikbud Bengkulu Tengah berharap seluruh pekerjaan revitalisasi segera tuntas agar bangunan bisa menunjang kegiatan belajar mengajar. Penyelesaian fisik bukan satu-satunya hal yang harus dipastikan.
"Kita berharap pekerjaan bisa cepat selesai agar gedung bisa segera dimanfaatkan. Namun, penyelesaian administrasi dan serah terima tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program agar status pemanfaatan bangunan dan tanggung jawab pengelolaannya jelas," terang Sri.
Pemerintah daerah juga berharap semakin banyak sekolah di Bengkulu Tengah memperoleh bantuan revitalisasi pada tahun anggaran berikutnya. Harapan penambahan penerima bantuan itu berdampingan dengan pekerjaan rumah menyelesaikan program yang sedang berjalan.
Dengan baru dua dari 11 sekolah yang menuntaskan pekerjaan, tantangan pelaksanaan revitalisasi di Benteng masih nyata. Delapan sekolah gelombang kedua harus menembus ambang 50 persen sebelum pekerjaan dan pencairan dana berikutnya bisa berjalan.