BENGKULU — Wonderful Indonesia Tourism Fair 2026 membawa 34 buyer mancanegara mengikuti Familiarization Trip ke lima destinasi di luar Bali, mulai Tanjung Kelayang hingga Likupang. Rombongan akan menjelajah destinasi tersebut sebelum menghadiri pameran utama di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 15–17 Oktober 2026. Program ini menjadi jembatan antara produk wisata daerah dan pasar global yang tengah tumbuh.
Sebanyak 34 buyer dari berbagai negara terdaftar sebagai peserta Fam Trip dalam rangkaian WITF 2026. Mereka tidak hanya hadir di pameran, tetapi diajak langsung menyusuri destinasi yang selama ini belum banyak dikenal pasar mancanegara.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menyebut program ini sebagai cara memperkenalkan produk wisata secara langsung, bukan sekadar lewat presentasi di atas panggung.
"Ada 34 buyer yang mengikuti Fam Trip dalam rangkaian WITF 2026," ujarnya saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Rute perjalanan peserta mencakup lima kawasan yang dipilih karena karakter wisatanya berbeda-beda. Tanjung Kelayang di Belitung menawarkan wisata bahari dengan pulau-pulau granit dan laut yang jernih.
Jawa Barat masuk dalam daftar sebagai perwakilan wisata alam dan budaya di Jawa. Sementara Bromo Tengger Semeru menyuguhkan lanskap pegunungan yang selama ini jadi ikon wisata alam Indonesia.
Perjalanan berlanjut ke Sulawesi Utara. Manado dikenal dengan wisata bawah lautnya, sedangkan Likupang berstatus sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas yang tengah digenjot pengembangannya.
Program ini memberi kesempatan bagi pelaku usaha di daerah untuk berinteraksi langsung dengan buyer internasional. Mereka bisa memperlihatkan produk, menjelaskan paket, dan mendengar langsung kebutuhan pasar di negara asal buyer.
Informasi yang didapat peserta Fam Trip menjadi bahan bagi travel agent dan tour operator untuk menyusun paket wisata yang sesuai selera pasar masing-masing.
Pameran utama berlangsung 15–17 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan tema "Beyond Borders: Shaping the Future of Indonesian Tourism."
Peserta dapat mengikuti business matching untuk membahas kebutuhan pasar, produk perjalanan, dan peluang kerja sama. Pelaku industri yang hadir mencakup tour operator, travel agent, hotel, maskapai, perusahaan transportasi, kereta penumpang, desa wisata, liveaboard, theme park, restoran, hingga penyedia produk wellness.
Produk wisata bahari seperti yacht, cruise, dan diving juga ditawarkan dalam ajang tersebut.
Ketua Steering Committee WITF 2026, Budi Tirtawisata, menegaskan peran Jakarta bukan sekadar kota kedatangan. Menurutnya, Jakarta menjadi ruang pertemuan antara buyer internasional dan pelaku industri dalam negeri.
"Jakarta bukan hanya titik kedatangan, Jakarta adalah titik temu. Titik di mana buyer internasional dapat mengenal Indonesia, titik di mana pelaku industri Indonesia dapat bertemu dengan pasar dan titik di mana berbagai destinasi di Indonesia dapat mendapatkan akses yang lebih luas terhadap pasar internasional," ungkap Budi.
Ia juga menekankan pentingnya membuka pasar baru dan memahami perubahan kebutuhan wisatawan agar produk pariwisata Indonesia tetap kompetitif.
Data Kementerian Pariwisata mencatat kunjungan wisatawan mancanegara hingga Juli 2026 mencapai 8,98 juta orang, tumbuh 5,23 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut capaian itu menghasilkan devisa USD 8,43 miliar atau sekitar Rp140,95 triliun pada semester I 2026.
Made menambahkan, manfaat pengembangan pariwisata perlu dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha lokal, pekerja sektor pariwisata, dan komunitas di daerah tujuan wisata.
"Yang kita dorong bukan hanya bagaimana mendatangkan wisatawan, tapi bagaimana menghubungkan produk yang kita miliki dengan pasar yang tepat, meningkatkan kualitas produk, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas," tutupnya.
Bagi traveler yang ingin mengikuti perkembangan WITF 2026, informasi jadwal dan agenda terkini dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi Kementerian Pariwisata atau penyelenggara acara.