Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko mengerahkan petugas ke kawasan pantai Satuan Pemukiman (SP) 10 Desa Rawa Bangun, Kecamatan XIV Koto, menyusul laporan penemuan jasad laki-laki tanpa identitas. Jasad ditemukan seorang nelayan setempat saat mencari ikan, Kamis pagi. Petugas bersama kepolisian membawa jasad ke RSUD Mukomuko untuk otopsi dan visum guna memastikan penyebab kematian.
MUKOMUKO — Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mukomuko Ruri Irwandi menyatakan petugas sudah bergerak menuju lokasi begitu laporan warga diterima. "Kawan-kawan sudah menuju tempat kejadian peristiwa penemuan jasad di pantai," kata Ruri dalam keterangannya di Mukomuko, Kamis.
Laporan itu datang dari nelayan Desa Rawa Bangun yang menemukan jasad saat sedang mencari ikan di kawasan pantai wilayah setempat. Lokasi penemuan berada sekitar 280 kilometer sebelah utara Kota Bengkulu.
Jasad Ditemukan Tanpa Baju, Masih Bercelana Panjang
Jasad tersebut berjenis kelamin laki-laki dan ditemukan dalam kondisi tanpa mengenakan pakaian, tetapi masih menggunakan celana panjang. Pihak desa memastikan jasad itu bukan warga setempat.
Hingga kini belum ada satu pun warga yang melapor kehilangan anggota keluarga yang sedang melaut. Seorang nelayan yang menemukan jasad langsung melaporkan temuannya kepada pihak terkait di Desa Rawa Bangun.
Belum Ada Laporan Warga Hilang di Mukomuko
BPBD Kabupaten Mukomuko terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menelusuri kemungkinan adanya warga Mukomuko yang dilaporkan hilang. Sejauh ini tidak ada laporan semacam itu yang masuk.
Ketidakjelasan identitas membuat proses penanganan bergantung pada hasil pemeriksaan medis. Pihaknya bersama kepolisian membawa jasad ke RSUD Mukomuko untuk dilakukan otopsi dan visum.
Otopsi dan Visum Jadi Kunci Identifikasi
Otopsi dan visum diperlukan untuk memastikan penyebab kematian korban. Hasil pemeriksaan itu juga menjadi dasar bagi kepolisian untuk mengungkap identitas jasad sebelum diserahkan kepada keluarga.
Wilayah pantai SP 10 Desa Rawa Bangun selama ini menjadi lokasi aktivitas nelayan setempat. Penemuan jasad di kawasan tersebut menambah daftar kasus orang tanpa identitas yang butuh penanganan lintas instansi di Kabupaten Mukomuko.