Qualcomm Perpanjang Lisensi Paten dengan Apple Mulai 1 April 2027

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Kamis, 24 September 2026 | 20:47:32 WIB
Qualcomm resmi memperpanjang perjanjian lisensi paten global dengan Apple yang berlaku efektif 1 April 2027.

BENGKULU — Qualcomm resmi memperpanjang perjanjian lisensi paten global dengan Apple yang berlaku efektif 1 April 2027, tanpa merinci nilai kesepakatan maupun cakupan teknologinya. Perjanjian paten ini terpisah dari kontrak pasokan modem seluler Qualcomm untuk peluncuran iPhone hingga 2026, sehingga transisi Apple ke modem rancangan sendiri diprediksi tetap berjalan. Langkah ini menjaga hubungan kedua perusahaan di tengah upaya Apple mengurangi ketergantungan pada komponen Qualcomm.

Perpanjangan lisensi paten global antara Qualcomm dan Apple mencakup hak penggunaan portofolio paten Qualcomm di perangkat Apple, meski kedua perusahaan tidak mengungkap durasi pasti selain tanggal mulai berlaku pada 1 April 2027. Detail finansial, termasuk royalti per unit, juga tidak dipublikasikan.

Kesepakatan paten ini berdiri sendiri di luar kontrak pasokan modem seluler Qualcomm yang berlaku untuk peluncuran iPhone sampai 2026. Pemisahan dua perjanjian itu menegaskan bahwa Apple tetap bisa memakai paten Qualcomm untuk konektivitas nirkabel, sambil perlahan melepas ketergantungan pada chip modem buatan Qualcomm.

Peta Modem di Lini iPhone Terbaru

Transisi Apple ke modem rancangan sendiri sudah terlihat di sebagian besar lini iPhone terbaru. Dari jajaran iPhone 18, hanya versi Amerika Serikat dari iPhone 18 Pro Max yang masih memakai modem Qualcomm.

Model iPhone 18 Pro yang lebih kecil dan iPhone Duo sudah mengandalkan modem Apple C2 di seluruh dunia. iPhone 18 Pro Max untuk pasar di luar Amerika Serikat juga memakai C2, begitu pula model seluler iPad Pro dan iPad Air terbaru yang memakai modem Apple C1X generasi sebelumnya.

Artinya, ketergantungan Apple pada modem Qualcomm kini terbatas pada satu varian iPhone di satu pasar. Ini menjadi sinyal kuat bahwa strategi Apple mengembangkan modem in-house berjalan sesuai rencana.

Mengapa Perpanjangan Paten Tetap Penting

Meski tidak lagi bergantung pada chip modem Qualcomm di mayoritas perangkat, Apple tetap memerlukan lisensi paten untuk teknologi konektivitas dasar. Paten Qualcomm mencakup banyak standar seluler seperti 5G, LTE, dan teknologi nirkabel lain yang wajib dilisensikan siapa pun yang menjual perangkat terhubung jaringan.

Perpanjangan ini mencegah potensi sengketa hukum baru antara dua raksasa teknologi tersebut. Sebelumnya, Qualcomm dan Apple sempat berhadapan di pengadilan terkait royalti paten sebelum akhirnya berdamai dan menandatangani kesepakatan lisensi pada 2019.

Dampak ke Pengguna dan Pasar

Bagi pengguna iPhone di Indonesia, perpanjangan lisensi ini tidak mengubah apa pun secara langsung. Perangkat yang dijual di pasar lokal tetap memakai modem Apple C2 untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, karena versi Amerika Serikat adalah satu-satunya yang masih memakai modem Qualcomm.

Yang perlu dicermati adalah kelanjutan transisi Apple ke modem sendiri. Jika Apple berhasil memperluas penggunaan modem C2 ke seluruh lini, ketergantungan pada Qualcomm untuk komponen inti akan terus menyusut, meski lisensi paten tetap diperlukan untuk aspek legal teknologi seluler.

Hingga kini, Qualcomm belum mengungkap apakah perpanjangan lisensi ini akan diikuti kesepakatan pasokan modem baru setelah 2026. Yang jelas, kedua perusahaan memilih memperpanjang kerja sama paten daripada membuka babak sengketa hukum baru.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: macrumors.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top