Danantara Mulai Borong Saham BUMN, Pandu Sjahrir Sebut Valuasi Menarik

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:49:01 WIB
Danantara Indonesia mulai membeli saham BUMN di pasar modal karena menilai valuasi harga sedang menarik.

BENGKULU — Danantara Indonesia mulai membeli saham perusahaan BUMN di pasar modal dalam dua hari terakhir karena menilai valuasi harganya sedang menarik. Chief Investment Officer Danantara Pandu Patria Sjahrir menyatakan pembelian akan berlanjut selama prospek bisnis emiten masih menjanjikan.

Langkah itu diambil setelah Danantara menilai fundamental emiten pelat merah cukup kuat untuk menopang ekspansi bisnis jangka panjang. Pandu menyampaikan hal tersebut dalam Coffee Morning Session di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10/2026), didampingi Managing Director Global Relations & Communications Pahala Mansury.

Menurut Pandu, keputusan investasi mengacu pada analisis mendalam atas fundamental perusahaan serta rasio perbandingan risiko dan imbal hasil yang dinilai kompetitif. Pihaknya tidak memburu saham secara acak, melainkan memilih emiten yang memberi keseimbangan nilai menguntungkan.

Fokus pada Saham BUMN

Pembelian saham diarahkan ke perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Pandu beralasan emiten BUMN punya fondasi keuangan yang kuat dan ruang ekspansi yang cerah, sehingga menawarkan momentum investasi yang baik bagi portofolio Danantara.

“Per kemarin, hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada, menurut kami efektif, dan kita akan terus selama harganya menarik, memiliki prospek yang baik,” ujar Pandu.

Ia menegaskan seluruh strategi penanaman modal tetap berorientasi pada keuntungan. Analisis fundamental menjadi landasan utama pengambilan keputusan bisnis, bukan sentimen pasar jangka pendek.

“Kami selalu profit oriented. Kami melihat sekarang dari sisi risk-reward menarik. Kami juga sudah mulai masuk di pasar modal, dan tentunya itu akan bertambah terus,” kata Pandu.

Menepis Sentimen MSCI

Pandu juga menanggapi isu penyedia indeks global MSCI yang tengah menjadi sorotan pelaku pasar modal. Menurutnya, ada jarak antara sentimen yang berkembang di pasar dan kondisi riil kinerja fundamental perusahaan tercatat di Indonesia.

Karena itu, ia mendorong investor menilai perusahaan berdasarkan kinerja fundamental masing-masing. Saham BUMN dinilainya punya prospek investasi jangka panjang yang solid. Danantara memastikan strategi investasinya tetap berpijak pada kekuatan fundamental emiten domestik, sekaligus sigap menangkap peluang di tengah fluktuasi pasar.

Eksekusi Lewat Manajer Investasi Profesional

Managing Director Investment PT Danantara Investment Management (DIM) Stefanus Ade Hadiwidjaja memaparkan mekanisme eksekusi di pasar modal. Danantara tidak melakukan pemilihan saham secara langsung atau stock picking. Sebagai mitigasi risiko dan optimalisasi hasil, Danantara menjalin kemitraan strategis dengan pengelola investasi profesional, baik di pasar domestik maupun global.

Sebelum menunjuk mitra, Danantara melewati uji tuntas ketat. Evaluasi mencakup tingkat pengalaman, rekam jejak kinerja investasi, tingkat eksposur pasar, hingga standar proses investasi yang diterapkan.

Stefanus menyebut Danantara telah menempatkan dana dalam skala cukup besar di pasar domestik. Pihaknya siap mengerahkan alokasi investasi lagi dengan besaran kurang lebih setara penempatan sebelumnya, meski angka nominalnya belum dipublikasikan.

Pendekatan kolaboratif dengan manajer profesional tidak hanya dipakai pada instrumen investasi publik. Danantara juga menerapkannya dalam pengelolaan portofolio investasi tidak langsung, termasuk sektor ekuitas swasta (private equity) dan kredit swasta (private credit).

Langkah Danantara masuk ke pasar modal memberi sinyal bahwa dana kelolaan sovereign wealth fund itu mulai bekerja di instrumen ekuitas domestik. Bagi investor ritel, pernyataan Pandu soal valuasi BUMN yang menarik menjadi acuan tambahan di tengah tekanan sentimen global terhadap pasar saham Indonesia.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: ntvnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top