Pencarian

Kapolda Bengkulu Resmikan Jembatan Merah Putih di Desa Tunggang Lebong, 500 Warga Kini Hemat 30 Menit ke Kebun

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 10:46:31 WIB
Kapolda Bengkulu Resmikan Jembatan Merah Putih di Desa Tunggang Lebong, 500 Warga Kini Hemat 30 Menit ke Kebun
Kapolda Bengkulu memotong pita sebagai tanda peresmian Jembatan Merah Putih di Desa Tunggang, Lebong.

LEBONG — Peresmian ditandai pemotongan pita oleh Kapolda Bengkulu, dilanjutkan peninjauan kondisi jembatan dan interaksi langsung dengan warga setempat. Kapolda hadir bersama Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol Prianto Teguh Nugroho, pejabat utama Polda Bengkulu, Kapolres Lebong, pejabat utama Polres Lebong, unsur pemerintah setempat, dan tokoh masyarakat Desa Tunggang.

Jembatan Merah Putih Polda Bengkulu dibangun untuk membuka akses warga ke lahan garapan yang selama ini harus ditempuh memutar. Dengan bentang 40 meter, struktur itu kini menjadi penghubung utama bagi warga yang sehari-hari berangkat ke sawah dan kebun.

Akses ke Sawah dan Kebun Kini Terpangkas 1 Kilometer

Sebelum jembatan berdiri, warga Desa Tunggang menempuh rute lebih jauh untuk mencapai area persawahan dan perkebunan. Jembatan baru memangkas jarak sekitar 1 kilometer dan menghemat waktu hingga 30 menit per perjalanan.

Manfaat itu dirasakan langsung oleh sekitar 500 warga desa. Bagi petani, penghematan waktu berarti aktivitas mengangkut hasil panen bisa lebih cepat dan biaya transportasi berkurang.

"Alhamdulillah, hari ini kita bisa meresmikan Jembatan Merah Putih Polda Bengkulu di Desa Tunggang. Jembatan dengan panjang 40 meter dan lebar 1,5 meter ini menghubungkan Desa Tunggang dengan area persawahan dan perkebunan masyarakat. Dengan adanya jembatan ini, jarak tempuh masyarakat bisa terpangkas sekitar 1 kilometer dan menghemat waktu hingga 30 menit, serta bermanfaat untuk sekitar 500 warga," ujar Kapolda Bengkulu.

42 dari 57 Jembatan Sudah Diresmikan

Kapolda menyebut pembangunan jembatan sebagai wujud kehadiran Polri di tengah kesulitan warga. Menurut dia, infrastruktur itu bukan sekadar bangunan fisik, melainkan jalur penghubung aktivitas harian dan kesejahteraan masyarakat.

"Program pembangunan Jembatan Merah Putih ini merupakan wujud kontribusi Polri dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas wilayah. Ini bukan hanya bangunan fisik, tapi jembatan harapan untuk memperlancar aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kesejahteraan warga," jelas Kapolda Bengkulu.

Dari sisi capaian program, Polda Bengkulu telah meresmikan 42 jembatan dari total 57 jembatan yang direncanakan. Sebanyak 12 jembatan masih dalam proses pembangunan dan 3 jembatan lain baru masuk tahap perencanaan.

"Melalui program pembangunan Jembatan Merah Putih, Polda Bengkulu telah meresmikan 42 jembatan dari total 57 jembatan yang direncanakan, sementara 12 jembatan masih dalam proses pembangunan dan 3 jembatan lainnya dalam tahap perencanaan. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar program ini dapat terus berjalan dan selesai tepat waktu," ungkap Kapolda.

Warga Sebut Akses ke Lahan Jadi Lebih Mudah

Seorang warga Desa Tunggang menyatakan masyarakat merasa terbantu dengan perbaikan jembatan tersebut. Warga berharap akses menuju persawahan dan perkebunan makin lancar sehingga pendapatan mereka ikut membaik.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda menyerahkan bantuan sosial berupa 5 paket sembako secara simbolis kepada 5 perwakilan warga Desa Tunggang yang membutuhkan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama masyarakat setempat.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dutametro.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks