KAUR — Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kaur, Yosep Pratama, menyatakan setiap temuan pengawasan disampaikan tertulis kepada pihak SPPG maupun yayasan pengelola untuk segera ditindaklanjuti. Hasil pemeriksaan menjadi bahan evaluasi bagi tiap SPPG agar pelaksanaan program semakin baik.
Pada pengawasan awal, sejumlah SPPG belum memenuhi standar yang ditetapkan. Temuan itu sudah diperbaiki pada pertemuan berikutnya.
Pengawasan mencakup kebersihan lingkungan, kualitas bahan makanan, dan air yang dipakai dalam proses pengolahan. Petugas juga memantau penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh juru masak serta penerapan standar operasional prosedur (SOP).
Pengaturan waktu memasak turut menjadi perhatian agar sesuai dengan jadwal pendistribusian makanan kepada penerima manfaat. Kepatuhan terhadap standar kesehatan dan prosedur kerja dinilai bagian penting dalam menjaga mutu makanan yang disajikan.
Yosep menyebut pengawasan awal masih menemukan beberapa SPPG yang belum memenuhi standar. Pada pertemuan berikutnya, temuan tersebut sudah diperbaiki sehingga pengawasan selanjutnya tidak lagi menemukan permasalahan serupa.
"Pada pengawasan awal, masih ditemukan beberapa SPPG yang belum memenuhi standar yang ditetapkan. Namun, pada pertemuan berikutnya, temuan tersebut sudah diperbaiki sehingga pengawasan selanjutnya tidak lagi menemukan permasalahan serupa," ujar Yosep.
Setiap pengelola SPPG diminta tidak hanya memperhatikan jumlah makanan yang diproduksi. Proses pengolahan hingga distribusi harus berlangsung higienis dan aman.
Yosep berharap capaian pengawasan yang menunjukkan perbaikan dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan seluruh SPPG di Kabupaten Kaur. Langkah ini untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan, termasuk kemungkinan keracunan makanan pada penerima manfaat MBG.