Kota Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan guna mewujudkan kota yang bersih, rapi, dan terbebas dari persoalan sampah. Upaya tersebut dinilai telah berjalan dan berada pada arah yang tepat.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan bahwa pemerintah daerah bertekad menjadikan Kota Bengkulu sebagai kota yang bersih dan tertata dengan melibatkan semua pihak. Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan bersama para sopir pengangkut sampah TPA Air Sebakul di Balai Kota Merah Putih, Bengkulu.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota juga mengumumkan pencabutan laporan kepolisian terkait aksi sejumlah oknum sopir pengangkut sampah yang sebelumnya membuang sampah di kantor wali kota dan kantor DPRD Kota Bengkulu. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kinerja pemerintah yang dinilai belum optimal serta atas langkah pelaporan hukum yang sempat dilakukan.
Permohonan maaf juga disampaikan kepada para sopir pengangkut sampah terkait pelayanan pemerintah yang belum sepenuhnya memenuhi harapan. Dedy berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bersama untuk memperbaiki komunikasi dan kerja sama ke depan.
Sementara itu, Ketua Sopir Pengangkut Sampah TPA Air Sebakul, Dedi, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Wali Kota dan undangan silaturahmi yang diberikan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukan bersama rekan-rekannya tanpa pertimbangan matang.
Dedi berharap Pemerintah Kota Bengkulu dapat segera melakukan perbaikan akses jalan menuju TPA Air Sebakul secara berkelanjutan agar proses pengangkutan dan pembuangan sampah dapat berjalan lancar.
Sebelumnya, Pemkot Bengkulu sempat melaporkan sejumlah oknum sopir pengangkut sampah ke Polresta Bengkulu karena aksi pembuangan sampah di kantor wali kota dan DPRD yang dinilai melanggar etika serta mengganggu ketertiban lingkungan pemerintahan. Meski demikian, pemerintah kota menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tetap harus dilakukan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.