BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu mengambil langkah besar dalam mempercepat transformasi digital keuangan daerah. Berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Pemprov Bengkulu resmi meluncurkan layanan Samsat Keliling (Samling) Digital pada Selasa (10/2/2026). Inovasi ini difokuskan pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem pembayaran pajak kendaraan yang kini sepenuhnya nontunai.
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menegaskan bahwa penggunaan QRIS sebagai instrumen utama pembayaran bukan hanya soal tren, melainkan standar internasional yang menjamin transparansi dan kecepatan transaksi.
Peluncuran yang dihadiri oleh hampir seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu ini menandai komitmen kolektif dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital di Bumi Rafflesia.
"Hari ini kita launching Samling Digital bersama BI. Semua pembayaran kini melalui QRIS yang sudah diakui mancanegara. Tujuannya satu: percepatan dan optimalisasi PAD agar pembangunan infrastruktur kita bisa lebih cepat merata," ujar Mian di hadapan awak media.
Untuk tahap awal, pemerintah telah menyiapkan armada yang akan menjangkau seluruh wilayah administratif di Provinsi Bengkulu dengan rincian sebagai berikut:
| Tahapan Operasional | Cakupan Wilayah | Target Ekspansi |
|---|---|---|
| Tahap I (Saat Ini) | 10 Unit Samling (1 per Kabupaten/Kota) | Pusat keramaian dan kantor pemerintahan daerah. |
| Tahap II (Mendatang) | Kecamatan Besar & Wilayah Terpencil | Perluasan jangkauan hingga ke pelosok yang jauh dari pusat kota. |
| Sistem Pembayaran | 100% Nontunai (QRIS) | Menghilangkan risiko peredaran uang tunai dan pungutan liar. |
Selain peluncuran armada fisik, Pemprov Bengkulu juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Optimalisasi PAD. Satgas ini bertugas memastikan seluruh potensi pendapatan dari retribusi pajak kendaraan bermotor hingga opsen pajak terserap secara maksimal tanpa kebocoran administratif.
Dengan sistem digital ini, pemerintah memproyeksikan kenaikan penerimaan daerah yang signifikan pada periode mendatang. Hasil dari optimalisasi ini nantinya akan langsung dialokasikan untuk mendanai program-program pro-rakyat, terutama pada perbaikan kualitas layanan publik dan infrastruktur dasar yang menjadi prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur.
Langkah ini membuktikan bahwa Bengkulu siap bergerak seirama dengan perkembangan teknologi finansial global, memastikan setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat masuk ke kas daerah secara aman dan efisien.