Wakil Gubernur Bengkulu Paparkan 21 Program Strategis di Rapim Polda Bengkulu 2026

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 20 Februari 2026 | 11:42:03 WIB

Rapat Pimpinan (Rapim) Tahun 2026 Polda Bengkulu berlangsung di Aula Rupatama Awaludin Djamin, Mapolda Bengkulu, Kamis (19/2) pagi. Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat utama kepolisian, Wakil Gubernur Bengkulu Mian, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pertemuan tersebut membahas isu-isu strategis sekaligus penyusunan rencana kerja 2026, termasuk penguatan kolaborasi lintas sektor guna mendukung agenda pembangunan daerah dan nasional.

Dalam paparannya, Wakil Gubernur Mian menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyiapkan 21 program unggulan tahun 2026 yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan komitmen bersama Gubernur Bengkulu untuk merealisasikan program-program tersebut melalui sinergi bersama Forkopimda, khususnya Polda Bengkulu, demi pemerataan pembangunan.

Salah satu program prioritas adalah Program Seribu Jalan Mulus yang bertujuan memperlancar distribusi hasil swasembada dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Untuk mendukungnya, Pemprov Bengkulu kembali mengalokasikan anggaran infrastruktur jalan sebesar Rp477 miliar pada tahun ini.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono menegaskan kesiapan institusinya dalam mendukung penuh kebijakan dan program pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan agenda Asta Cita Presiden.

Adapun 21 program unggulan Pemprov Bengkulu 2026 meliputi percepatan pembangunan jalan dan jembatan provinsi, realisasi Universal Health Coverage (UHC) melalui BPJS gratis bagi masyarakat, penyediaan ambulans gratis, penguatan transportasi darat perkotaan, stabilisasi BBM subsidi di Pulau Enggano, Program Merdeka Ijazah, santunan anak yatim, penguatan ekonomi berbasis koperasi dan UMKM, peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, peningkatan kesejahteraan ASN, pengembangan layanan rumah sakit khusus, optimalisasi aset dan BUMD, cetak sawah baru dan irigasi, penguatan kerukunan umat beragama, peningkatan infrastruktur Pelabuhan Pulau Baai dan Bandara Fatmawati, pembebasan lahan PTPN VII untuk kawasan wisata, hilirisasi sektor unggulan berbasis pembangunan berkelanjutan, konservasi hutan lindung dunia, evaluasi kasus agraria dan tambang, serta pengembangan desa wisata berbasis hutan dan alam.

Melalui sinergi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, seluruh program tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bengkulu pada 2026.

Reporter: Sutomo
Back to top