Bengkulu - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) harus diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat, bukan sekadar bantuan sosial konsumtif. Ia ingin zakat yang disalurkan mampu membuka peluang usaha dan mengurangi angka pengangguran.
"Kita berharap bantuan Baznas ini bisa membantu masyarakat, terutama untuk membuka usaha, sehingga ke depan tidak ada lagi masyarakat yang menganggur,” kata Helmi Hasan di Bengkulu, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menyerahkan 50 paket bantuan Baznas Microfinance kepada kaum dhuafa dan anak yatim piatu di Kabupaten Bengkulu Selatan dalam rangka kunjungan Ramadan.
Menurut Helmi, Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Upaya itu mencakup pengembangan sektor industri, infrastruktur pendukung, hingga penguatan ekonomi umat berbasis zakat, infak, dan sedekah.
Pemprov Bengkulu, lanjutnya, mendukung penuh Program Baznas Microfinance Desa (BMD) sebagai sarana memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha mikro di tingkat desa. Program tersebut dinilai menyentuh persoalan mendasar masyarakat kecil yang selama ini terbatas dalam akses pembiayaan.
Dari 50 penerima bantuan, sebanyak 17 orang memperoleh modal usaha masing-masing Rp3 juta untuk memulai atau mengembangkan usaha kecil. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus agar penerima memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Selain modal usaha, Helmi juga menyerahkan bantuan pembangunan masjid sebesar Rp15 juta serta paket sembako bagi warga kurang mampu. Bantuan tersebut dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memberi dorongan agar lebih produktif.
Ia menegaskan, pengelolaan zakat harus dilakukan secara cerdas dan produktif agar berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan. Pemerintah daerah pun diminta turut mendukung pengembangan program tersebut.
Helmi menambahkan, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan terus menjalankan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil melalui semangat “Bantu Rakyat” sebagai bentuk tanggung jawab terhadap peningkatan kesejahteraan warga.