Pemkot Bengkulu Dorong Digitalisasi Pajak untuk Optimalkan Pendapatan Asli Daerah

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 03:35:04 WIB
Pemerintah Kota Bengkulu menggelar FGD guna dorong digitalisasi pajak demi optimalisasi PAD.

KOTA BENGKULU - Pemerintah Kota Bengkulu secara resmi memulai langkah besar dalam memodernisasi tata kelola keuangan daerah melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Strategi Pendapatan Daerah. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Hidayah II pada Rabu (29/4/2026) ini difokuskan pada upaya penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai instrumen utama dalam pelayanan publik.

Langkah strategis ini diambil untuk menggali potensi pendapatan yang selama ini belum tergarap secara maksimal. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Pemerintah Kota Bengkulu berharap dapat merumuskan inovasi baru yang relevan dengan perkembangan zaman. Modernisasi ini dianggap sebagai solusi atas tantangan pengelolaan keuangan daerah yang semakin kompleks di masa depan.

Transformasi Digital untuk Efisiensi dan Transparansi Keuangan

Dalam arahannya, Pj. Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Medy Febriansyah, menekankan bahwa sistem konvensional dalam pengelolaan keuangan daerah sudah saatnya ditinggalkan. Menurutnya, adaptasi teknologi bukan lagi sekadar mengikuti tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi birokrasi dan meminimalisir kebocoran anggaran di berbagai sektor pendapatan.

"Digitalisasi membuka peluang besar dalam optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik melalui efisiensi pemungutan, perluasan basis pajak dan retribusi, hingga peningkatan transparansi serta akuntabilitas," jelas Medy Febriansyah saat memberikan sambutan di hadapan para peserta FGD. Ia meyakini bahwa dengan sistem yang terintegrasi, pemantauan arus kas daerah akan jauh lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penerapan sistem digital ini diharapkan mampu memperpendek rantai birokrasi dalam pembayaran pajak dan retribusi. Dengan kemudahan akses bagi masyarakat, tingkat kepatuhan wajib pajak diprediksi akan meningkat secara signifikan. Hal ini menjadi kunci utama bagi Pemerintah Kota Bengkulu untuk menggenjot penerimaan daerah tanpa harus membebani warga dengan regulasi yang memberatkan.

Sinergi Antarinstansi dalam Menggali Potensi Daerah

Kegiatan FGD ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci di jajaran pemerintahan, di antaranya Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Yudi Susanda serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Noni Yuliesti. Kehadiran para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan bendahara penerimaan menunjukkan adanya komitmen kolektif untuk membangun sinergi yang kuat antarinstansi dalam mengelola keuangan kota.

Fokus utama diskusi ini adalah mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan baru yang selama ini belum terkelola secara optimal. Para peserta diajak untuk memetakan potensi pajak dan retribusi dari berbagai sektor, mulai dari jasa hingga pemanfaatan aset daerah. Melalui bantuan teknologi, data-data potensi ini nantinya akan dikelola dalam satu basis data yang sinkron untuk memudahkan pengambilan kebijakan strategis.

Sinergi ini juga bertujuan untuk menyelaraskan langkah setiap perangkat daerah agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dalam pemungutan PAD. Dengan koordinasi yang solid di bawah komando BPKAD dan Bapenda, diharapkan setiap rupiah yang masuk ke kas daerah dapat tercatat secara real-time dan digunakan sepenuhnya untuk pembangunan infrastruktur serta kesejahteraan masyarakat Bengkulu.

Kesiapan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia

Meskipun teknologi menawarkan akurasi data yang tinggi, Pemerintah Kota Bengkulu menyadari bahwa keberhasilan digitalisasi sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu, FGD ini juga menjadi wadah evaluasi untuk memastikan perangkat daerah telah siap mengimplementasikan sistem baru tersebut secara efektif dan sinkron dengan regulasi yang ada.

Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para bendahara penerimaan serta operator sistem di setiap SKPD. Kesiapan regulasi juga menjadi perhatian serius agar penerapan teknologi digital memiliki payung hukum yang kuat dan tidak menimbulkan kendala administratif di kemudian hari. Sinkronisasi aturan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Di akhir sesi, Medy Febriansyah menegaskan pentingnya komitmen bersama agar strategi yang telah dirumuskan tidak hanya menjadi dokumen formalitas, tetapi benar-benar diaplikasikan secara konsisten di lapangan. Ia menaruh harapan besar pada partisipasi aktif seluruh elemen pemerintahan untuk membawa perubahan positif bagi kemajuan ekonomi Kota Bengkulu.

"Saya mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh peserta untuk berbagi pengalaman dan inovasi guna merumuskan strategi yang aplikatif dan berkelanjutan bagi Kota Bengkulu," tutur Medy menutup arahannya dengan optimisme tinggi terhadap masa depan kemandirian fiskal daerah.

Reporter: Redaksi
Back to top