BENGKULU UTARA — Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono menyerahkan bantuan karpet sajadah atau hambal secara langsung kepada pengurus Masjid Miftahul Khair di Desa Karang Anyar II, Kabupaten Bengkulu Utara. Penyerahan bantuan ini dilakukan sebagai wujud nyata kepedulian kepolisian terhadap ketersediaan sarana ibadah yang layak bagi masyarakat setempat.
Kunjungan jenderal bintang dua tersebut disambut hangat oleh jajaran pengurus masjid dan warga desa. Selain menyerahkan bantuan fisik, kehadiran Kapolda menjadi sarana untuk memperkuat sinergitas antara institusi Polri dengan tokoh agama serta masyarakat di wilayah Bengkulu Utara.
Bantuan karpet tersebut diserahkan secara simbolis untuk menunjang aktivitas ibadah rutin, terutama salat berjamaah lima waktu. Pihak kepolisian berharap, fasilitas baru ini mampu memberikan suasana yang lebih khusyuk dan nyaman bagi para jamaah yang setiap hari memakmurkan masjid tersebut.
Dalam kunjungannya, Kapolda Bengkulu menekankan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada aspek penegakan hukum dan menjaga keamanan. Kontribusi nyata dalam bidang sosial dan keagamaan dinilai sama pentingnya untuk membangun fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Masjid dinilai memiliki peran sentral sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus tempat mempererat tali persaudaraan antarwarga. Oleh karena itu, dukungan terhadap peningkatan fasilitas masjid menjadi prioritas dalam agenda sosial Polda Bengkulu guna mendukung produktivitas kegiatan ibadah warga desa.
"Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beribadah. Kami juga berharap hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin erat," ujar Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono.
Momentum penyerahan bantuan ini juga dimanfaatkan Kapolda untuk berdialog langsung dengan warga setempat. Dalam suasana yang akrab, warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi serta kondisi terkini terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan mereka.
Interaksi dua arah ini menjadi saluran komunikasi efektif bagi kepolisian untuk memetakan potensi permasalahan di tingkat desa sejak dini. Dengan mendengar langsung keluhan dan masukan warga, jajaran Polda Bengkulu dapat merumuskan langkah preventif yang lebih akurat dalam menjaga stabilitas wilayah.
Komunikasi yang intensif antara aparat dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Pendekatan ini mengedepankan kerja sama kolektif dalam menjaga keamanan lingkungan, sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi secara cepat dan tepat melalui koordinasi yang baik.
Pengurus Masjid Miftahul Khair menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh Kapolda Bengkulu. Karpet sajadah yang ada sebelumnya diketahui sudah mulai usang dan memang memerlukan pembaruan agar jamaah dapat beribadah dengan lebih layak dan nyaman.
Warga Desa Karang Anyar II menilai kehadiran pejabat tinggi kepolisian ke desa mereka sebagai bentuk perhatian yang tulus. Aksi sosial ini dianggap mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri, terutama melalui pendekatan humanis yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Langkah Polda Bengkulu ini menjadi bagian dari strategi besar kepolisian untuk membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Melalui dukungan terhadap fasilitas rumah ibadah, Polri memposisikan diri sebagai mitra masyarakat yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap aspek sosial dan spiritual warga.