Monocle resmi meluncur sebagai solusi produktivitas bagi pengguna macOS yang sering terganggu oleh banyaknya jendela aplikasi terbuka secara bersamaan. Aplikasi ini berfungsi layaknya fitur peredam bising (noise-cancelling) namun untuk layar komputer, dan kini sudah bisa diunduh dengan harga mulai Rp 144 ribuan.
Sistem operasi macOS sebenarnya sudah memiliki berbagai fitur bawaan untuk menjaga produktivitas, mulai dari Stage Manager, Spaces, hingga Focus Modes. Namun, bagi banyak pengguna, distraksi visual dari jendela aplikasi yang mengintip di sela-sela pekerjaan utama tetap menjadi kendala besar dalam mencapai kondisi flow state.
Monocle hadir untuk menjawab keresahan tersebut. Aplikasi yang dikembangkan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) ini menawarkan pendekatan unik dalam meminimalisir gangguan di layar. Alih-alih sekadar menyembunyikan aplikasi lain, Monocle memberikan efek visual yang membuat mata tetap tertuju pada satu jendela aktif tanpa terasa mengekang atau kaku.
"Bagaimana jika layar Anda bisa berhenti berteriak?" Kalimat tersebut menjadi premis utama yang diusung oleh Monocle. Dalam penggunaan sehari-hari, pengguna sering kali berpindah antar aplikasi seperti Microsoft 365, aplikasi pesan instan, hingga pemutar musik seperti Spotify.
Sering kali, notifikasi atau sekadar tampilan jendela yang tidak aktif di latar belakang memicu keinginan untuk melakukan multitasking yang tidak perlu. Monocle bekerja dengan cara memburamkan (blur) sebagian besar layar di belakang aplikasi yang sedang aktif. Hal ini sangat efektif bagi penulis yang sedang melakukan riset atau pekerja kreatif yang membutuhkan konsentrasi tinggi pada satu kanvas kerja.
Salah satu nilai jual utama Monocle adalah integrasi visualnya yang terasa sangat organik di ekosistem macOS. Antarmukanya menggunakan estetika frosted glass yang mirip dengan bahasa desain Liquid Glass pada macOS Tahoe. Menu pengaturannya bahkan dirancang menyerupai Control Center bawaan Apple.
Berikut adalah beberapa fitur teknis utama yang ditawarkan oleh Monocle:
Monocle saat ini tersedia untuk dicoba secara gratis selama satu pekan pertama. Setelah masa uji coba berakhir, pengguna dapat memilih skema pembelian lisensi satu kali (one-time purchase) tanpa biaya langganan bulanan yang memberatkan.
Harga lisensi untuk satu perangkat dibanderol sebesar $9 atau sekitar Rp 144.000. Bagi pengguna yang memiliki lebih dari satu perangkat Mac, tersedia paket "tiga kursi" (three seats) seharga $20 atau sekitar Rp 320.000. Harga ini tergolong kompetitif bagi pasar Indonesia, mengingat efisiensi kerja yang ditawarkan.
Bagi profesional di Indonesia, terutama yang bekerja secara remote atau freelance, gangguan digital adalah tantangan nyata. Monocle menjadi alternatif menarik ketika fitur Focus Mode bawaan Apple dirasa masih kurang mampu meredam distraksi visual yang sifatnya pasif di layar.
Meskipun aplikasi ini menggunakan AI dalam proses pengembangannya, pengalaman pengguna yang ditawarkan tetap terasa intuitif dan tidak rumit. Kehadiran opsi untuk menyembunyikan Dock di bagian bawah layar juga memberikan ruang pandang yang lebih luas, sebuah detail kecil yang sering diabaikan namun berdampak besar pada kenyamanan bekerja dalam durasi lama.
Langkah pengembang untuk memberikan masa uji coba gratis menunjukkan kepercayaan diri pada efektivitas aplikasi ini. Dengan tren bekerja dari mana saja yang masih kuat, alat bantu seperti Monocle berpotensi menjadi standar baru dalam ekosistem aplikasi produktivitas Mac tahun ini.