Pemprov Bengkulu Usulkan Pemindahan Makam Ibu Fatmawati dari Jakarta

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 18:05:01 WIB
Pemerintah Provinsi Bengkulu mengusulkan pemindahan makam Ibu Fatmawati dari Jakarta ke Bengkulu.

BENGKULU — Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai menyusun langkah strategis untuk memindahkan kerangka jenazah Ibu Negara pertama Republik Indonesia, Fatmawati Soekarno, dari TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Usulan ini merupakan bagian dari rencana besar pemerintah daerah untuk memperkuat identitas sejarah Bumi Merah Putih di tingkat nasional.

Revitalisasi Taman Remaja Jadi Kawasan Wisata Sejarah

Lokasi pemindahan makam direncanakan berada di kompleks Taman Remaja yang akan dirombak total. Pemprov Bengkulu memproyeksikan area tersebut tidak hanya sebagai tempat peristirahatan terakhir sang Pahlawan Nasional, tetapi juga menjadi kawasan terpadu yang multifungsi.

Selain makam sebagai pusat destinasi wisata sejarah, pemerintah daerah akan membangun sejumlah fasilitas pendukung di kawasan tersebut, antara lain:

  • Pembangunan masjid sebagai sarana ibadah dan pusat kegiatan religi.
  • Penyediaan jogging track untuk ruang publik warga.
  • Pembangunan sentra UMKM guna menggerakkan ekonomi lokal.
  • Penataan lanskap sebagai monumen penghormatan Ibu Agung Fatmawati.

Koordinasi dengan Keluarga dan Kementerian Sosial

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menegaskan bahwa pembentukan tim kajian menjadi langkah awal dalam merealisasikan wacana ini. Hal tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (6/5).

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami mengusulkan agar makam Ibu Fatmawati dapat dipindahkan ke Bengkulu, tanah kelahiran beliau,” kata Khairil Anwar.

Khairil menambahkan, pemerintah daerah segera menjalin komunikasi intensif dengan pihak keluarga besar Fatmawati Soekarno serta Kementerian Sosial. Persetujuan keluarga dan verifikasi dari pemerintah pusat menjadi kunci utama sebelum proses pemindahan fisik dilakukan dari Jakarta ke Bengkulu.

Jejak Sejarah Sang Penjahit Merah Putih

Fatmawati lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923 dengan nama asli Fatimah. Ia merupakan putri dari tokoh Muhammadiyah, Hasan Din, dan Siti Chodijah. Sejarah mencatat Fatmawati bertemu pertama kali dengan Soekarno saat sang proklamator menjalani masa pengasingan di Bengkulu, sebelum keduanya menikah pada 1 Juni 1943.

Peran Fatmawati sangat krusial dalam kemerdekaan Indonesia sebagai sosok yang menjahit Sang Saka Merah Putih pada 1944. Bendera itulah yang kemudian dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta.

Fatmawati wafat di Malaysia pada 14 Mei 1980 dan dimakamkan di Jakarta. Atas jasa-jasanya, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 118/TK/2000. Saat ini, penghormatan terhadap jasanya di Bengkulu telah diabadikan melalui Monumen Fatmawati yang berdiri di pusat kota.

Reporter: Nofrizal Hasan
Back to top