BENGKULU TENGAH — Insiden maut merenggut nyawa dua remaja di Desa Srikuncoro, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Peristiwa tragis ini terjadi sekira pukul 19.00 WIB di jalur penghubung Pasar Pedati menuju Tugu Hiu.
Korban teridentifikasi sebagai Dwi Andrian Saputra (15), warga Desa Sunda Kelapa yang bertindak sebagai pengemudi motor. Rekannya, Sandika Saputra (15), warga Desa Kembang Ayun, duduk di bangku penumpang. Keduanya merupakan pelajar aktif salah satu SMA di Bengkulu Tengah.
Kedua korban mengendarai Honda Beat hitam dari arah Desa Pasar Pedati. Saat memasuki wilayah Desa Srikuncoro, hujan deras mengguyur lokasi hingga membuat permukaan aspal menjadi licin.
Kondisi jalan yang basah memicu hilangnya kendali atau out of control atas kendaraan tersebut. Motor seketika tergelincir dan menghempaskan kedua remaja ke badan jalan dengan keras.
Benturan hebat pada bagian kepala menyebabkan nyawa korban tidak tertolong. Warga sekitar sempat berupaya memberikan bantuan, namun nyawa kedua pelajar tersebut gagal terselamatkan.
Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Totok Handoyo, melalui Kasat Lantas AKP Catur Teguh Susanto, mengonfirmasi kecelakaan ini murni insiden tunggal. Personel Satlantas dan Polsek Pondok Kelapa segera meluncur ke lokasi sesaat setelah menerima laporan warga.
"Kecelakaan tunggal yang terjadi malam tadi (9/5) menyebabkan pengendara dan yang dibonceng meninggal dunia," ujar AKP Catur Teguh Susanto saat memberikan keterangan resmi.
Polisi mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Sungai Lemau menggunakan mobil operasional. Usai pemeriksaan medis, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga di desa masing-masing untuk proses pemakaman.
Kepolisian mengimbau para pengendara, terutama kalangan pelajar, agar meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem. Jalanan licin menuntut konsentrasi penuh demi menghindari risiko kecelakaan maut di jalan raya.