Pemprov Bengkulu Manfaatkan Data Satelit MapBiomas untuk Tata Ruang dan Cegah Bencana Lingkungan

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 15:58:01 WIB
Pemprov Bengkulu menggelar workshop pemanfaatan data satelit MapBiomas untuk perencanaan tata ruang.

BENGKULU — Pemanfaatan data spasial berbasis citra satelit kini menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam menyusun kebijakan pembangunan. Hal itu terungkap dalam Workshop Pemanfaatan Data MapBiomas Indonesia yang digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Rabu (13/5).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, menyebutkan bahwa platform MapBiomas mampu menyajikan data tutupan lahan dan perubahan bentang alam secara periodik. Data tersebut dinilai krusial untuk perencanaan yang berbasis bukti.

Data Satelit untuk Mengawasi Perubahan Lahan

MapBiomas Indonesia merupakan platform yang mengolah data penginderaan jauh untuk memetakan perubahan penggunaan lahan dari waktu ke waktu. Dengan teknologi ini, pemerintah daerah bisa mendeteksi secara dini alih fungsi hutan, perluasan perkebunan, atau penyusutan daerah resapan air.

“Pemanfaatan data spasial sangat penting dalam mendukung perencanaan pembangunan berbasis bukti, terutama menghadapi tantangan perubahan lingkungan dan penataan ruang,” ujar Nelly dalam sambutannya.

Penguatan SDM Jadi Kunci Optimalisasi Teknologi

Workshop ini tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga menjadi ajang penguatan kapasitas sumber daya manusia. Para peserta dari berbagai perangkat daerah dibekali cara mengakses, membaca, dan menginterpretasi data geospasial untuk kebutuhan masing-masing sektor.

Pemprov Bengkulu menilai penguasaan teknologi informasi dan data spasial oleh aparatur sipil negara menjadi syarat mutlak. Tanpa itu, kebijakan berbasis data hanya akan menjadi jargon tanpa implementasi di lapangan.

Dukung Pembangunan Berkelanjutan dan Mitigasi Bencana

Data perubahan bentang alam yang akurat juga bisa dimanfaatkan untuk mitigasi bencana. Bengkulu yang berada di zona rawan gempa dan longsor membutuhkan peta tutupan lahan terkini untuk menyusun rencana evakuasi dan tata ruang kawasan rawan.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, Pemprov Bengkulu berharap data geospasial dapat semakin optimal digunakan. Targetnya, pembangunan daerah bisa lebih adaptif, efektif, dan tetap berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: ewarta.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top