BENGKULU — Hasil ini tak mengubah posisi Barcelona di puncak klasemen yang sudah pasti juara, namun menjadi tamparan bagi skuad Hansi Flick yang menurunkan banyak pemain pelapis. Sebaliknya, Alaves meraih tiga poin krusial yang menjaga asa mereka bertahan di La Liga musim depan.
Barcelona mendominasi penguasaan bola sepanjang laga, tapi gagal menciptakan peluang berbahaya. Marcus Rashford sempat memiliki dua setengah peluang di awal babak pertama, namun tak ada satupun yang berbuah gol.
Petaka datang pada masa injury time babak pertama. Sepak pojok Alaves menciptakan kemelut di kotak penalti Barcelona, dan Ibrahim Diabate dengan sigap menyambar bola untuk menjebol gawang lawan. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua berjalan dengan skenario serupa: Barcelona menguasai bola tanpa ide, sementara Alaves bertahan rapat dan disiplin. Pelanggaran mewarnai sisa laga, dengan beberapa kartu kuning dikeluarkan wasit, namun nyaris tanpa peluang emas tercipta.
Peluit panjang berbunyi tanpa ada perubahan skor. Kemenangan ini menjadi suntikan moral besar bagi Alaves yang masih terperangkap di papan bawah klasemen.
Bagi Barcelona, hasil ini memang tidak relevan secara klasemen. Flick sengaja merotasi banyak pemain inti dan memberi menit bermain bagi pemain muda. Salah satu yang tampil menonjol adalah bek berusia 21 tahun, Álvaro Cortés, yang dinilai tampil cemerlang di lini belakang.
Dengan dua pertandingan tersisa, Barcelona hanya akan bermain untuk menjaga gengsi. Sementara Alaves masih harus terus berjuang di setiap laga sisa untuk memastikan diri tidak terdegradasi ke kasta kedua.