13 Dokter Internship Baru Siap Gantikan 10 Pendahulu di Kaur, Bupati: Kami Masih Kekurangan Tenaga Medis

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 23:53:01 WIB
Sepuluh dokter internship resmi berpamitan setelah satu tahun bertugas di Kabupaten Kaur.

KAUR — Sepuluh dokter internship yang selama setahun terakhir bertugas di RSUD Kaur, Puskesmas Padang Guci, dan Puskesmas Kelam Tengah resmi berpamitan dengan Bupati Kaur, Gusril Pausi, pada Senin (11/5/2026). Mereka menyelesaikan masa pengabdian periode Mei 2025 hingga Mei 2026.

Bupati Gusril Pausi menyampaikan apresiasi langsung kepada para dokter muda tersebut. Ia menyebut dedikasi mereka selama satu tahun penuh menjadi modal berharga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Kaur.

"Terima kasih atas pengabdian adik-adik selama bertugas di Kabupaten Kaur. Kami berharap pengalaman di sini menjadi bekal berharga untuk karier ke depan," ujar Bupati dalam acara pelepasan di ruang kerjanya.

Kebutuhan Dokter di Kaur Masih Tinggi

Di tengah momen perpisahan, Bupati Kaur justru kembali mengingatkan satu persoalan klasik yang masih membayangi daerahnya: kekurangan tenaga dokter. Ia secara terbuka membuka peluang bagi para dokter yang baru menyelesaikan masa internship untuk kembali mengabdi di Kaur.

"Kabupaten Kaur siap menerima dokter yang akan mengabdikan diri. Kami butuh banyak dokter," ungkap Gusril Pausi.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Kabupaten Kaur, yang berada di pesisir barat Bengkulu, selama ini masuk dalam kategori daerah dengan rasio dokter per penduduk yang masih rendah. Sebagian besar puskesmas di kecamatan masih mengandalkan dokter internship untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dasar.

Dinkes Siapkan 13 Dokter Internship Baru

Kepala Dinas Kesehatan Kaur, Sipta Miarip, mengatakan bahwa kekosongan yang ditinggalkan sepuluh dokter itu tidak akan berlangsung lama. Pihaknya telah memastikan akan menerima 13 dokter internship baru dalam waktu dekat.

"Mereka akan memperkuat layanan kesehatan di RSUD dan puskesmas yang ada di Kaur," kata Sipta Miarip.

Dengan tambahan 13 tenaga dokter muda itu, total dokter internship yang akan bertugas di Kaur pada periode mendatang menjadi lebih banyak dibandingkan periode sebelumnya. Namun, jumlah itu tetap belum mencukupi jika dibandingkan dengan kebutuhan ideal di 15 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Kaur.

Pengalaman Berharga di Tengah Keterbatasan

Salah satu perwakilan dokter internship, dr. Ghina, mengaku betah selama bertugas di Kaur. Ia menilai dukungan pemerintah daerah dan keramahan masyarakat setempat menjadi faktor utama yang membuatnya nyaman.

Menurut dr. Ghina, pengalaman setahun mengabdi di Kaur menjadi pelajaran berharga karena ia langsung berhadapan dengan kondisi pelayanan kesehatan di tengah masyarakat yang sesungguhnya.

Di Kaur, para dokter internship tidak hanya bertugas di puskesmas kota, tetapi juga harus menjangkau puskesmas di kecamatan terpencil seperti Padang Guci dan Kelam Tengah. Akses jalan yang masih terbatas dan minimnya fasilitas penunjang menjadi tantangan tersendiri yang harus mereka hadapi setiap hari.

Meski begitu, Bupati berharap pengalaman itu justru menjadi bekal berharga bagi karier para dokter ke depannya. Ia juga mengingatkan bahwa Kaur akan selalu membuka pintu bagi tenaga medis yang ingin mengabdi di daerah tersebut.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: radarbengkulu.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top