BENGKULU — Astra Motor Bengkulu menggelar program safety riding for employee di Aula Kantor TAF Bengkulu, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye #Cari_Aman yang bertujuan membangun budaya berkendara defensif di kalangan pekerja.
Dalam sesi edukasi, instruktur menyoroti tiga jenis pelanggaran yang masih kerap ditemui di jalanan Bengkulu: tidak menggunakan helm, melawan arah, dan berkendara dengan kecepatan tinggi. Ketiga pelanggaran ini dinilai menjadi pemicu utama kecelakaan fatal.
“Perilaku pengendara menjadi faktor terbesar. Kami ingin mengajak karyawan agar lebih peduli, mulai dari menjaga fokus di jalan hingga memastikan perlengkapan berkendara digunakan dengan baik,” ujar Instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu, Noval Yunaidi, kepada peserta.
Materi yang diberikan mencakup cara menjaga jarak aman, teknik pengereman darurat, serta pentingnya posisi berkendara yang ergonomis. Corporate Communication Astra Motor Bengkulu, Dinda Miranda Putri, menambahkan bahwa edukasi ini bersifat preventif untuk menekan angka kecelakaan akibat kelalaian.
Para peserta juga mendapatkan simulasi singkat mengenai antisipasi terhadap blind spot kendaraan besar dan cara membaca situasi lalu lintas di persimpangan. Pendekatan ini dipilih agar teori mudah diingat dan diterapkan sehari-hari.
Pemilihan TAF Bengkulu sebagai lokasi edukasi bukan tanpa alasan. Sebagai perusahaan pembiayaan kendaraan, mayoritas karyawannya merupakan pengguna aktif sepeda motor untuk mobilitas kerja. Astra Motor Bengkulu menilai kelompok ini memiliki risiko tinggi jika tidak dibekali pemahaman keselamatan yang memadai.
Ke depan, program serupa direncanakan menyasar lebih banyak perusahaan dan komunitas di Bengkulu. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah menekan angka kecelakaan lalulintas yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di provinsi tersebut.