Harga Emas Antam Turun Rp5.000 per Gram, Buyback Terkoreksi Lebih Dalam ke Rp2.569.000

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Senin, 18 Mei 2026 | 09:24:01 WIB
Harga emas Antam turun Rp5.000 per gram, buyback terkoreksi ke Rp2.569.000.

BENGKULU — Penurunan harga jual emas Antam ini diikuti oleh koreksi yang lebih besar pada harga buyback. Jika pemegang emas batangan ingin menjual kembali ke Antam, harganya kini tercatat Rp2.569.000 per gram, turun Rp7.000 dari posisi sebelumnya Rp2.576.000 per gram.

Rincian Harga Emas Antam Ukuran Besar dan Kecil

Selain ukuran 1 gram, Antam juga menetapkan harga untuk pecahan lainnya. Berikut daftar lengkap harga emas batangan di laman resmi Logam Mulia per hari ini:

  • Pecahan 0,5 gram: Rp1.432.000
  • Pecahan 2 gram: Rp5.468.000
  • Pecahan 3 gram: Rp8.127.000
  • Pecahan 5 gram: Rp13.445.000
  • Pecahan 10 gram: Rp26.835.000
  • Pecahan 25 gram: Rp66.837.000
  • Pecahan 50 gram: Rp133.595.000
  • Pecahan 100 gram: Rp267.112.000
  • Pecahan 250 gram: Rp667.265.000
  • Pecahan 500 gram: Rp1.334.320.000
  • Pecahan 1.000 gram: Rp2.668.600.000

Aturan Pajak dan PPN yang Berlaku untuk Pembeli Emas

Perlu dicatat, harga yang tertera belum termasuk pajak. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 dengan tarif 0,25 persen. PT Antam Tbk selaku penjual akan menerbitkan bukti potong PPh 22 tersebut.

Sementara itu, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2022, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk transaksi emas batangan saat ini tidak dipungut. Artinya, nilai PPN tidak diperhitungkan dalam total harga yang dibayarkan konsumen di Butik Emas Logam Mulia.

Ketersediaan Stok di Butik Emas Logam Mulia

Di laman resmi Logam Mulia, sejumlah pecahan emas batangan masih belum tersedia untuk saat ini. Calon pembeli disarankan untuk mengecek ketersediaan stok secara langsung di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One Jakarta atau melalui kanal resmi Antam sebelum melakukan transaksi.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: economy.okezone.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top