BENGKULU — Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing memastikan proyek infrastruktur senilai Rp200 miliar akan didistribusikan secara merata ke seluruh kecamatan. Langkah ini ditempuh agar dampak pembangunan bisa dirasakan langsung oleh warga di semua kelurahan, bukan hanya di pusat kota.
Ronny menjelaskan, dua sektor utama yang menjadi fokus adalah perbaikan jalan dan normalisasi drainase. Menurutnya, jalan yang mulus akan memperlancar mobilitas warga dan distribusi barang, sementara drainase yang baik menjadi kunci mengurangi genangan saat hujan deras.
“Kami ingin memastikan mobilitas warga lancar dengan jalan yang mulus dan meminimalisir risiko banjir melalui sistem drainase yang lebih baik. Ini semua demi kemajuan Kota Bengkulu yang kita cintai,” ujar Ronny, Rabu (20/5/2026).
Dana sebesar Rp200 miliar tersebut merupakan salah satu komitmen awal pasangan Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing di periode kepemimpinan mereka. Pembangunan tidak hanya menyasar infrastruktur dasar, tetapi juga penataan fasilitas publik agar kota terlihat lebih tertata dan modern.
Ronny menambahkan, pemerintah kota terus membuka ruang partisipasi masyarakat. Ia berharap warga ikut mengawal jalannya proyek agar tepat sasaran dan tidak menyimpang dari kebutuhan di lapangan.
Selain menggelontorkan anggaran besar, Pemkot Bengkulu juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga fasilitas yang sudah dibangun. Ronny menekankan bahwa dukungan warga menjadi energi bagi pemerintah untuk terus bekerja.
“Jadi kami Pemerintah Kota Bengkulu sekali lagi memohon doa dan bantuan agar roda pemerintahan diberi kemudahan dan kelancaran. Mari kita bersama-sama maju, agar warga kotanya sejahtera, kotanya maju, dan kita semua bahagia,” tambahnya.
Pembangunan infrastruktur ini diyakini tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Jalan yang mulus akan memangkas biaya logistik, sementara drainase yang terawat diharapkan mampu menekan frekuensi banjir yang kerap melumpuhkan aktivitas warga.
Pemkot Bengkulu menargetkan proyek ini rampung secara bertahap sepanjang tahun 2026, dengan pengawasan ketat dari dinas terkait agar kualitas pekerjaan sesuai standar.