BENGKULU UTARA — Pihak keluarga suami dari seorang oknum ASN yang bertugas di salah satu instansi di Kabupaten Bengkulu Utara akhirnya membuka tabir dugaan hubungan terlarang yang telah lama menjadi perbincangan warga. Mereka mengaku sudah mengetahui desas-desus itu sejak lama dan sempat menyelesaikannya secara adat, tetapi hubungan tersebut diduga kembali terjalin.
Menurut pengakuan pihak suami, persoalan ini pertama kali dimediasi di rumah ketua adat desa setempat. Dalam musyawarah itu, kedua belah pihak—oknum ASN dan oknum kades—disebut telah membuat kesepakatan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
“Persoalan ini sebenarnya sudah lama. Bahkan dulu pernah dilakukan musyawarah adat dan perdamaian di rumah ketua adat desa kami. Waktu itu sudah ada kesepakatan bahwa keduanya tidak akan mengulangi lagi,” ungkap pihak suami kepada awak media, Jumat (22/5/2026).
Namun, kesepakatan itu disebut tak bertahan lama. Pihak keluarga mengaku beberapa kali memergoki keduanya bertemu secara sembunyi-sembunyi. Bahkan, mereka mengaku memiliki dokumentasi saat oknum ASN dan oknum kades terlihat bersama di sebuah ATM.
“Namanya manusia kalau sudah gelap mata dan hatinya, ya seperti ini. Kami pernah mendokumentasikan mereka bertemu dan masuk ke ATM berdua,” ujarnya.
Puncaknya, keluarga hampir melakukan penggerebekan saat oknum kades diduga mengantar oknum ASN ke tempat urut di wilayah Bengkulu Utara. Namun, informasi itu bocor sehingga oknum kades lebih dulu melarikan diri sebelum keluarga tiba di lokasi.
“Beberapa waktu lalu mereka hampir kami gerebek saat oknum kades mengantar oknum ASN urut di salah satu tukang urut. Tapi informasi itu bocor, jadi saat kami datang oknum kades sudah melarikan diri dan yang kami temui hanya oknum ASN, di tempat tukang urut,” bebernya.
Keluarga suami mengaku kecewa karena persoalan yang telah dianggap selesai secara adat justru kembali terulang. Mereka meminta ada tindakan tegas agar kasus ini tidak terus menjadi konsumsi liar di tengah masyarakat.
“Sepandainya tupai melompat suatu saat pasti akan jatuh. Ini seperti menyimpan bangkai, lama-kelamaan pasti akan tercium juga aromanya,” ujar salah satu anggota keluarga dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari oknum ASN maupun oknum kepala desa yang disebut dalam dugaan tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk memperoleh keterangan berimbang.