Tesla Ganti Nama FSD Jadi ‘Tesla Assisted Driving’ di China, Akui Sistem Tak Bisa Swakemudi Penuh

Penulis: Syahrul Karim  •  Minggu, 24 Mei 2026 | 13:24:38 WIB
Tesla mengubah nama fitur FSD menjadi Tesla Assisted Driving di situs resmi China.

BENGKULU — Setelah bertahun-tahun menjual fitur bernama “Full Self-Driving” (FSD) dengan klaim mobil bisa menyetir sendiri, Tesla akhirnya menyesuaikan diri dengan realita. Di situs resmi Tesla China pekan ini, sistem tersebut terdaftar sebagai Tesla Assisted Driving — terjemahan langsung dari “???????”. Nama baru ini menggantikan “FSD Intelligent Assisted Driving” yang sebelumnya digunakan.

Level 2 Bukan Swakemudi Penuh, Regulator China Lebih Tegas

Secara teknis, sistem FSD Tesla — termasuk versi terbaru sekalipun — masih masuk klasifikasi Level 2 dalam standar internasional swakemudi. Artinya, pengemudi tetap bertanggung jawab penuh atas kendaraan. Sistem hanya membantu akselerasi, pengereman, dan kemudi, tapi tidak bisa menggantikan manusia sepenuhnya.

Regulator China belakangan memang menunjukkan sikap lebih keras terhadap klaim pemasaran yang dianggap menyesatkan. Sebelumnya, mereka menerbitkan aturan ketat yang membalikkan tren flush door handle — gagang pintu tersembunyi yang sempat populer berkat Tesla. Kini giliran nama sistem bantuan mengemudi yang menjadi sasaran.

Perubahan Nama Kedua dalam Waktu Singkat

Ini bukan kali pertama Tesla mengganti nama FSD di China. Awalnya sistem itu disebut “FSD Intelligent Assisted Driving”, lalu kata “FSD” dihapus. Kini kata “Intelligent” juga diganti dengan “Tesla”. Pola perubahan nama ini menunjukkan Tesla masih mencari formulasi yang tepat — atau setidaknya yang tidak memicu masalah dengan regulator.

Menariknya, di Hong Kong yang merupakan Wilayah Administratif Khusus China, Tesla masih menjual sistem tersebut dengan nama “Full Self-Driving” di situs berbahasa Inggris, dan “fully automatic driving function” di versi Mandarin. Hong Kong menerapkan aturan lalu lintas sendiri — termasuk sistem setir kanan — sehingga kebijakan penamaan pun berbeda.

Janji Swakemudi yang Tak Kunjung Terealisasi

Selama lebih dari satu dekade, Tesla dan CEO-nya terus menjanjikan mobil yang bisa menyetir sendiri secara penuh. Klaim “akhir tahun depan” sudah diulang berkali-kali sejak 2014 tanpa realisasi. Sementara itu, konsumen di Amerika Serikat pernah membayar hingga USD 15.000 (sekitar Rp 240 juta) untuk paket FSD — harga yang mencerminkan nilai robot-driver pribadi yang tak kunjung hadir.

Di China, Tesla sempat meluncurkan FSD lalu menariknya kembali. Kini dengan nama baru yang lebih jujur, Tesla Assisted Driving, setidaknya ekspektasi pengguna bisa lebih sesuai dengan kemampuan teknis sistem yang sebenarnya.

  • Fakta Singkat:
  • Sistem FSD Tesla masuk klasifikasi Level 2 — pengemudi tetap bertanggung jawab penuh
  • Perubahan nama di China: FSD ? FSD Intelligent Assisted Driving ? Tesla Assisted Driving
  • Hong Kong masih gunakan nama “Full Self-Driving” di situs resmi
  • Regulator China lebih ketat dibanding AS dalam mengawasi klaim fitur keselamatan
Reporter: Syahrul Karim
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top