BENGKULU — Wasit Michael Oliver meniup peluit panjang di Stadion Tottenham Hotspur, menandai berakhirnya laga Spurs melawan Everton. Hasil dari pertandingan yang tuntas paling malam itu menjadi vonis bagi West Ham United untuk angkat koper dari kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Spurs mengamankan posisi ke-17 dengan koleksi 41 poin. Sementara West Ham yang mengoleksi 39 poin harus puas di peringkat ke-18—posisi degradasi pertama. Burnley (22 poin) dan Wolverhampton Wanderers (20 poin) sudah lebih dulu dipastikan turun kasta beberapa pekan sebelumnya.
Kemenangan 3-0 West Ham atas Leeds United terasa pahit. Hasil itu tak berarti karena Tottenham juga berhasil memenangkan laga kontra Everton. Alhasil, selisih dua poin membuat The Hammers gagal bertahan di Premier League untuk musim depan.
Bagi Leeds United, kekalahan itu tak mengubah posisi mereka di peringkat ke-14 dengan 47 poin—aman dari ancaman degradasi. Namun bagi West Ham, ini adalah pukulan telak setelah musim lalu mereka masih tampil di kompetisi Eropa.
Di papan atas, tidak ada perubahan berarti. Arsenal tetap kokoh di puncak klasemen dengan 85 poin, unggul tujuh angka dari Manchester City di posisi kedua. Manchester United (71 poin), Aston Villa (65), Liverpool (60), dan Bournemouth (57) melengkapi enam besar.
Sunderland menjadi kejutan di pekan pamungkas. Kemenangan 2-1 atas Chelsea mendorong mereka ke peringkat ketujuh dengan 54 poin—cukup untuk mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan. Sebaliknya, Chelsea justru melorot ke posisi ke-10 dengan 52 poin dan dipastikan absen dari persaingan antarklub level kontinental.