BENGKULU — Derby della Mole yang digelar di Stadion Grande Torino berlangsung dramatis, bahkan sempat tertunda satu jam akibat bentrokan antar ultras kedua tim. Namun, drama sesungguhnya terjadi di lapangan hijau, ketika Juventus gagal mempertahankan keunggulan dua gol yang sudah di depan mata.
Dusan Vlahovic menjadi bintang bagi Juventus dengan mencetak dua gol. Gol pertama tercipta pada menit ke-24 memanfaatkan umpan Khephren Thuram, tembakannya ke pojok kiri bawah gawang tak mampu dijangkau Alberto Paleari. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Juventus langsung tancap gas. Serangan balik cepat yang dibangun Francisco Conceicao pada menit ke-54 kembali dituntaskan Vlahovic menjadi gol keduanya. Skor 2-0 seolah mengamankan tiket Liga Champions untuk Bianconeri.
Namun, Torino tidak menyerah. Tuan rumah memperkecil ketertinggalan pada menit ke-60 lewat sundulan Cesare Casadei yang memanfaatkan assist Rafael Obrador. Gol itu menjadi momentum kebangkitan Il Toro.
Tekanan terus dilancarkan hingga akhirnya berbuah hasil pada menit ke-84. Che Adams sukses mencetak gol penyeimbang melalui tendangan akurat yang membuat skor berubah menjadi 2-2. Juventus berusaha bangkit, tapi tak ada gol tambahan tercipta hingga peluit panjang berbunyi.
Kepastian gagalnya Juventus ke Liga Champions juga dipengaruhi hasil laga lain. Kemenangan Como atas Cremonese sukses mengamankan posisi empat besar, sekaligus menutup pintu bagi Juventus. Tambahan satu poin membawa Torino naik ke posisi ke-12 dengan koleksi 45 poin.
Bianconeri akhirnya harus mengubur mimpi tampil di kompetisi tertinggi Eropa dan mengalihkan fokus ke Liga Europa musim depan. Ini menjadi pukulan telak bagi klub yang sudah lama mendominasi Serie A.