BENGKULU — Ratusan umat Buddha memadati Vihara Buddhayana di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Malabro, untuk merayakan Tri Suci Waisak. Ibadah yang dipimpin Bhikunni Adhycitta itu berlangsung dari pukul 19.00 WIB hingga 20.40 WIB tanpa insiden berarti.
Kapolsek Teluk Segara AKP Noprizal, S.H., memimpin langsung pengamanan di lokasi. Ia didampingi Padal Ipda Tri Widodo serta enam personel lainnya, termasuk Bhabinkamtibmas setempat, Aiptu Safrudin.
Mereka tidak hanya berjaga di dalam area vihara, tetapi juga memonitor situasi di sekitar lokasi. Langkah ini diambil agar jemaah bisa khusyuk beribadah tanpa gangguan dari luar.
Pengurus Vihara Buddhayana menyampaikan terima kasih atas kehadiran aparat. Mereka menilai pengamanan yang dilakukan membuat jalannya ritual keagamaan terasa lebih nyaman.
“Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian. Dengan adanya pengamanan, umat bisa beribadah dengan tenang,” ujar perwakilan pengurus vihara dalam kesempatan terpisah.
Kasi Humas Polresta Bengkulu Iptu E. Sudrajat menegaskan bahwa pengamanan hari besar keagamaan adalah prioritas. Ia menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata menjaga kerukunan antarumat beragama di Bengkulu.
“Polresta Bengkulu berkomitmen memberikan pelayanan pengamanan di setiap perayaan hari besar keagamaan. Ini bagian dari upaya kami menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Kami pastikan seluruh rangkaian ibadah Waisak di Vihara Buddhayana berjalan aman, tertib, dan kondusif,” kata Iptu E. Sudrajat.
Ibadah Waisak tahun ini mengangkat tema YIFO (KENG). Selama dua jam lebih, rangkaian doa dan meditasi berjalan lancar. Situasi di sekitar vihara juga terpantau aman hingga jemaah mulai membubarkan diri setelah pukul 20.40 WIB.
Tidak ada laporan gangguan atau insiden selama perayaan. Polresta Bengkulu memastikan akan terus hadir dalam setiap kegiatan keagamaan masyarakat di wilayah hukumnya.